Kematian akibat Covid-19 Tinggi, Erick Thohir Minta Bio Farma Tambah Produksi Vaksin

Kompas.com - 10/07/2021, 18:28 WIB
PT Bio Farma  mulai mendistribusikan vaksin AstraZeneca sejak 20 Maret 2021. Hingga kini pengiriman sudah dilakukan ke 6 provinsi di Indonesia. Dok HUMAS BIO FARMAPT Bio Farma mulai mendistribusikan vaksin AstraZeneca sejak 20 Maret 2021. Hingga kini pengiriman sudah dilakukan ke 6 provinsi di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PT Bio Farma (Persero) untuk meningkatkan produksi vaksin Covid-19 hingga dua kali lipat per hari.

Permintaan itu disampaikan menyusul peningkatan angka kematian akibat Covid-19 setiap harinya.

Beberapa hari lalu, angka kematian mencapai rekor tertinggi dengan 1.040 kematian.

Baca juga: Jamin Pasokan Aman, Bio Farma Produksi 186 Juta Vaksin hingga Akhir Tahun

Oleh karenanya, Erick mendorong Bio Farma untuk menaikkan produksi hingga dua kali lipat.

Saat ini perseroan memproduksi 20 juta dosis per bulan.

“Dari data terakhir, kita sudah menerima 105,5 juta bahan baku vaksin atau setara dengan 85 juta dosis vaksin jadi dan 14,2 juta vaksin yang langsung jadi,” kata Erick dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Di tengah situasi pandemi yang meningkat ini, saya support agar produksinya ditingkatkan semaksimal mungkin agar penyebaran vaksin lebih cepat, terutama untuk provinsi yang berstatus zona merah," tambah dia 

Berdasarkan data Bio Farma, dari target pengiriman 73.730.600 dosis, yang sudah terkirim mencapai 62.538.900 dosis ke seluruh Indonesia melalui 883 delivery order (DO).

Baca juga: Hingga Juni 2021, Vaksin Covid-19 yang Diproduksi Bio Farma Capai 69,1 Juta Dosis

Bio Farma saat ini memiliki 16,5 juta dosis alokasi yang masih dalam proses keluarnya lot release dari Badan POM.

“Oleh karenanya, demi membanjiri provinsi yang masih berstatus zona merah, saya meminta Bio Farma agar terjadi percepatan pula dalam distribusi. Vaksinasi masih menjadi salah satu penangkal utama di tengah pandemi ini,” ucap Erick.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.