Kompas.com - 11/07/2021, 08:05 WIB
Tabung berisi oksigen tiba di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021).Total 132 tabung oksigen dari Pabrik Gas Industri (PGI) milik Krakatau Steel untuk 12 rumah sakit di Jakarta yang disediakan Provinsi DKI Jakarta hari ini seiring masih tingginya kasus Covid-19 aktif di Jakarta. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGTabung berisi oksigen tiba di Posko Darurat Oxygen Rescue, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (6/7/2021).Total 132 tabung oksigen dari Pabrik Gas Industri (PGI) milik Krakatau Steel untuk 12 rumah sakit di Jakarta yang disediakan Provinsi DKI Jakarta hari ini seiring masih tingginya kasus Covid-19 aktif di Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menerima donasi 600 unit oxygen concentrator dari dua perusahaan. Donasi oksigen tersebut untuk memenuhi pasokan kebutuhan oksigen dalam negeri.

"Sektor industri dapat memberikan kontribusi yang besar dalam penanggulangan Covid-19 pada situasi sekarang ini," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan tertulis, Minggu (11/7/2021).

Adapun bantuan oxygen concentrator terdiri dari 400 unit oxygen concentrator dari PT Indorama Synthetics Tbk serta 200 unit dari PT Indorama Ventures Indonesia.

Hingga Sabtu (10/7/2021), Kemenperin telah menginventarisasi 8.600 unit oxygen concentrator yang sebagiannya berasal dari perusahaan.

Baca juga: Ada Vaksinasi Covid-19 Berbayar, Vaksin Gratis Tetap Tersedia

Selain itu, Kemenperin juga melakukan pengadaan oxygen concentrator melalui realokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kemenperin.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 6 Juli 2021, kebutuhan oksigen medis meningkat hingga 2.333 ton per hari. Sementara itu kapasitas nasional hanya ada di angka 1.578 ton hari. Artinya, terdapat defisit sekitar 575 ton per hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami mendapatkan tugas mencari sumber-sumber oksigen tambahan, baik dari peningkatan kapasitas produksi maupun impor. Saat ini kami sudah mengamankan suplai sekitar 922 ton oksigen per hari, baik yang didapat dari impor maupun lokal," kata Agus.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan apresiasi kepada Kemenperin atas dukungannya dalam menyediakan oksigen untuk rumah sakit di Indonesia.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 74.000 pasien yang membutuhkan akses oksigen dalam berbagai format.

Sekitar 5-10 persen pasien membutuhkan oksigen dengan tekanan tinggi dalam bentuk ventilator maupun High Flow Nasal Cannula (HFNC).

"Sedangkan, sebagian besar butuh pasokan oksigen sekitar tiga sampai dengan lima liter per jam yang bisa dipenuhi dengan alat seperti oxygen concentrator," katanya.

Oleh karena itu menurut Menkes, bantuan oxygen concentrator bantuan akan sangat membantu kebutuhan pasien.

Baca juga: Cara Daftar Vaksinasi Covid-19 Berbayar di 8 Klinik Kimia Farma



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.