Firdaus Putra, HC
Komite Eksekutif ICCI

Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperatives Innovation (ICCI), Sekretaris Umum Asosiasi Neo Koperasi Indonesia (ANKI) dan Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)

125 Tahun Koperasi, Perlu Melampaui Kebajikan

Kompas.com - 12/07/2021, 09:39 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Beberapa hari lalu sempat viral ulasan pendek “Indonesia Tidak Berkontribusi pada 300 Koperasi Besar Dunia” yang ditulis Stefanus Osa Triyatna (Kompas.id, 9 Juli 2021). Mungkin karena ulasannya terlalu singkat, sehingga Stefanus, yang mengutip panjang Suroto, pemerhati koperasi, melupakan fakta bahwa salah satu koperasi di Indonesia, Koperasi Telekomunikasi Seluler (KISEL), pernah masuk di 300 koperasi besar dunia peringkat 94. Itu dicapai tahun 2016 lalu, dengan volume usaha sebesar 121.546,82 miliar dollar AS.

Di daftar panjang itu, negara yang memiliki banyak koperasi besar kelas dunia adalah Amerika (74 koperasi), Perancis (44), Jerman (30), Jepang (24), Belanda (17), Italia (12), Finlandia (10) dan seterusnya. Sedangkan India, yang masuk peringkat satu dan dua, hanya menyumbang tiga koperasi. Di WCM (2020) ini sayangnya posisi KISEL tergeser jauh dan tidak masuk hitungan. Peringkat 94 dipegang oleh Varma Mutual Pension dari Finlandia dengan volume usaha sebesar 120.890,46 miliar dollar AS.

Berturut-turut, tahun 2018 dan 2017, Indonesia dan juga pun KISEL, tidak tercatat dalam WCM. Boleh jadi bukannya tak ada, namun datanya yang tak tersedia. Hal ini yang membuat Irsyad Muchtar menyajikan buku “100 Koperasi Besar Indonesia” versi 2021 dengan dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Katanya, agar ICA tidak mengelak dengan alasan tak ada data koperasi besar di Indonesia.

Apa yang menarik adalah negara-negara dengan banyak koperasi kelas dunia itu justru rangkingnya buncit di World Giving Index. Jepang misalnya, berada di peringkat terbawah, 114 dengan skor 12 persen. Kemudian Italia (111/ 22 persen), Perancis (106/ 25 persen), Jerman (86/ 30 persen), Finlandia (81/ 31 persen), Belanda (39/ 37 persen), dan Amerika (19/ 43 persen).

Di sisi lain, mereka termasuk negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi di dunia. Termasuk juga negara dengan Indeks Kebebasan Ekonomi (2020) dengan status Most Free dan Moderately Free. Sebaliknya, negara-negara dengan indeks kedermawanan yang tinggi tak menyumbang banyak koperasi besar kelas dunia.

Melampaui Kebajikan

Selayang pandang di atas nampaknya telah mengonfirmasi kebenaran ulasan Margono (1941). Modus kerja sama sosial atau gotong royong kita nyatanya tidak mengungkit bagi perkembangan dan pertumbuhan koperasi, keduanya tidak kompatibel.

Berbagai fitur-fitur kebajikan yang ada, sosial dan agama, tidak berpengaruh langsung pada perkembangan koperasi. Tambah menarik bila kita baca ulasan Margono tentang kegagalan proyek Westterode pada inisiasi koperasi dan lumbung desa, keduanya disebabkan karena korupsi (fraud) dan kurang cakap dalam mengelola.

Hatta tentu memahaminya, sehingga secara kontra faktual ia mempromosikan koperasi sebagai ruang pendidikan budi pekerti ekonomi dan anti korupsi.

Henley lebih tajam menyoroti hal itu. Menurut dia, ada persoalan yang lebih dasar lagi, yakni masalah pelembagaan kepercayaan di masyarakat. Dia melihat arisan berkembang massif, sebabnya pada arisan tak ada pengelolaan aset bersama dalam jangka panjang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Whats New
Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Whats New
Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Spend Smart
Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Whats New
Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Spend Smart
Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Whats New
Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Whats New
Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Whats New
KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

Whats New
Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Whats New
Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Whats New
Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Whats New
Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Whats New
Isu 'Business Judgment Rule' dan 'Talent Mobility' di PP Nomor 23 Tahun 2022

Isu "Business Judgment Rule" dan "Talent Mobility" di PP Nomor 23 Tahun 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.