Sri Mulyani Yakin Ekonomi RI Tetap Tumbuh 7 Persen pada Kuartal II-2021

Kompas.com - 12/07/2021, 10:20 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis ekonomi RI tetap bisa tumbuh pada kisaran 7 persen pada kuartal II-2021, meski varian baru Covid-19 mulai menyebar pada pertengahan bulan Juni 2021.

Namun, proyeksi tersebut memang turun dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 8 persen pada kuartal II 2021. Bendahara Negara ini mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen pada kuartal II bisa tercipta karena didorong pertumbuhan ekonomi pada April-Mei 2021.

"Jadi kita tetap masih optimis di atas 7 persen, karena April-Mei hingga pertengahan Juni masih cukup kuat, namun kita sadari bahwa risiko mulai melonjak," kata Sri Mulyani dalam CNBC Squawk Box, Senin (12/7/2021).

Baca juga: Kimia Farma Tunda Vaksinasi Berbayar

Sri Mulyani menyebut pemulihan ekonomi pada bulan April-Mei 2021 terlihat dari beberapa indikator. Saat itu, PMI Manufaktur Indeks berada di zona ekspansif dengan angka 53,5.

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada angka 107,4; dan Indeks Penjualan Riil (IPR) pada angka 227,5 di bulan Mei 2021.

"Penjualan mobil sesuai insentif PPnBM yang diberikan pemerintah bahkan melonjak sampai 194 persen pada bulan April. Mobilitas masyarakat kita sebelum terjadinya PPKM darurat juga meningkat sangat signifikan," beber Ani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun kenaikan kasus harian Covid-19 membuat pemerintah perlu menarik rem dengan memberlakukan PPKM Darurat sejak tanggal 3 Juli - 20 Juli 2021. Hal ini kata Sri Mulyani, membuat target pertumbuhan ekonomi 8 persen menjadi angan belaka.

Kenaikan kasus Covid-19 membuat daya beli masyarakat kembali menurun di paruh kedua bulan Juni. Indeks Penjualan Riil Juni ini tercatat turun 11,1 persen (month to month/mtm) menjadi 202,3.

"Ini menyebabkan angka 8 persen menjadi tidak realistis karena adanya koreksi. Dulu waktu bulan Maret waktu melakukan PSBB itu mempengaruhi sangat signifikan kuartal I, sehingga kuartal I masih -0,74 persen," tandas dia.

Baca juga: Ada Vaksin Berbayar, Ini Kata Buruh



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.