Awalnya untuk Calon Jemaah Haji, Hibah Vaksin Sinopharm dari UEA Akan Diberikan ke Kelompok Difabel

Kompas.com - 13/07/2021, 13:58 WIB
Warga menerima suntikan vaksin saat kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di Gedung Graha Bhayangkara, Kota Bandung, Sabtu (26/6/2021). Di HUT Ke-75 Bhayangkara, Polrestabes Bandung menggelar pemberian vaksin Covid-19 di 11 titik di wilayah hukumnya dengan kuota sebanyak 14.983 orang. Vaksin berbayar atau Vaksin Gotong Royong disediakan oleh BUMN Kimia Farma (vaksin Kimia Farma) dari jenis Sinopharm. KOMPAS.com / AGIE PERMADIWarga menerima suntikan vaksin saat kegiatan vaksinasi Covid-19 massal di Gedung Graha Bhayangkara, Kota Bandung, Sabtu (26/6/2021). Di HUT Ke-75 Bhayangkara, Polrestabes Bandung menggelar pemberian vaksin Covid-19 di 11 titik di wilayah hukumnya dengan kuota sebanyak 14.983 orang. Vaksin berbayar atau Vaksin Gotong Royong disediakan oleh BUMN Kimia Farma (vaksin Kimia Farma) dari jenis Sinopharm.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah memastikan vaksin Sinopharm yang merupakan hibah dari Uni Emirat Arab (UEA) tidak akan digunakan dalam program vaksinasi gotong royong atau vaksinasi Covid-19 berbayar bagi individu.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pemerintah memang memiliki sebanyak 500.000 dosis vaksin Sinopharm, yang merupakan hibah pribadi dari Raja UAE ke Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Jumlah vaksin hibah itu pun akan bertambah lagi sebanyak 250.000 dosis.

Baca juga: Soal Vaksin Berbayar, Erick Thohir: Tidak Menggunakan Dana APBN

"Saya ingin memastikan 500.000 Sinopharm dan akan tambah lagi 250.000 hibah pribadi dari Raja UAE tidak dijual oleh Biofarma," ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).

Budi mengatakan, vaksin hibah tersebut saat ini dipegang oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan memastikan penyalurannya dilakukan dengan sangat hati-hati.

Ia mengungkapkan, sesuai arahan Jokowi, awalnya vaksin hibah itu akan digunakan untuk para calon jemaah haji yang akan berangkat tahun ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, hal itu tidak dilakukan seiring dengan batalnya program haji tahun ini.

Oleh sebab itu, lanjut dia, penggunaan vaksin Sinopharm itu akan diberikan untuk vaksinasi kelompok difabel di zona-zona merah.

Baca juga: Erick Thohir Jamin Vaksinasi Gotong Royong Tak Gunakan Vaksin Program Pemerintah

Budi bilang, keputusan itu merupakan arahan dari Jokowi.

"Tapi karena haji tidak jadi, oleh Bapak Presiden diarahkan ke difabel. Ini diberikan sebagai jatah pribadi Bapak Presiden ke difabel-difabel yang ada di zona-zona merah," jelas dia.

Sebelumnya, diketahui pemerintah memutuskan membuka program vaksinasi gotong royong, yang pelaksanaannya akan dijalankan melalui PT Kimia Farma Tbk.

Ada 8 klinik Kimia Farma yang berada di 6 kota wilayah Jawa dan Bali akan melayani vaksinasi tersebut.

Pada rencana awal pelaksanaan vaksinasi gotong royong untuk individu akan dilakukan pada 12 Juli 2021, tetapi akhirnya diputuskan untuk menunda pelaksanaannya.

Baca juga: Selain Gunungkidul, Sandiaga Dorong Daerah Lain Lakukan Wisata Vaksin

“Kami mohon maaf karena jadwal Vaksinasi Gotong Royong Individu yang semula dimulai hari Senin, 12 Juli 2021 akan kami tunda hingga pemberitahuan selanjutnya,” ujar Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno Putro dalam keterangannya, Senin (12/7/2021),

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil perseroan karena melihat tingginya respons dari berbagai pihak terkait pelaksanaan vaksinasi individu.

Setelah diumumkan program vaksinasi tersebut memang mendapatkan banyak kritik.

“Serta banyaknya pertanyaan yang masuk membuat manajemen memutuskan untuk memperpanjang masa sosialisasi vaksinasi gotong royong individu serta pengaturan pendaftaran calon peserta,” tutur Gati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.