Menaker Minta Deklarasi Gotong Royong Pengusaha hingga Buruh Tak Hanya Sekadar Seremonial

Kompas.com - 13/07/2021, 17:10 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta perusahaan mematuhi beberapa aturan sesuai surat edaran (SE) yang diterbitkan pihaknya. DOK. Humas KemenakerMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah meminta perusahaan mematuhi beberapa aturan sesuai surat edaran (SE) yang diterbitkan pihaknya.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fuaziah meminta agar deklarasi gorong royong pengusaha hingga buruh tidak hanya sekadar seremonial. 

Sebab lewat deklarasi tersebut, pemerintah, pengusaha hingga buruh sepakat berkomitmen untuk mendorong pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

“Saya harap ini bukan sekadar seremonial belaka tapi mari bersama kita duduk bergandengan tangan melihat persoalan ini tanpa mengedepankan ego kita, dan optimis bisa melampaui masa-masa sulit,” ujar Ida secara virtual, Selasa (13/7/2021).

Adapun pihak-pihak yang terkait dalam deklarasi gotong royong yaitu Kementerian Ketenagakerjaan, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan serikat pekerja/buruh.

Deklarasi berisikan enam pokok komitmen yakni pertama menyelesaikan segala pertikaian dan konflik melalui dialog yang sehat dan kompromi yang adil. Kedua, menepis semua berita bohong terkait pandemi Covid-19 yang tidak berdasar pada kajian medis.

Baca juga: Update 10 Instansi Terfavorit dan Sepi Peminat di CPNS dan PPPK 2021

Ketiga, tetap mematuhi protokol kesehatan dalam masa PPKM Darurat dan masa-masa sesudahnya. Keempat, meniadakan pengumpulan massa yang berpotensi menyebarkan virus Covid-19, dan membawa semua bentuk perselisihan ke meja perundingan dengan kepala dingin dan bertanggung-jawab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelima, memberikan tugas kepada Menaker RI, dengan seluruh kewenangan yang dimilikinya, untuk mengupayakan langkah-langkah praktis dan strategis memperbaiki situasi industri dan ketenagakerjaan di seluruh Indonesia, selama dan pasca-pandemi Covid-19. Keenam, saling mengingatkan khususnya dalam hal penegakan protokol kesehatan di lingkungan kerja.

“Kita menghadapi era disrupsi yang dialami pekerja. Di masa pandemi ini, percepatan digitalisasi dihadapi, dan yang terasa dampaknya adalah pekerja kita. Dari profil ketenagakerjaan kita, berpendidikan dan berkenterampilan rendah, pasti akan mnjadi korban pertama digitalisasi,” ungkap dia.

Baca juga: Data Terbaru, Ini 124 Pinjol yang Terdaftar dan Kantongi Izin OJK

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.