Luhut: Pekan Depan, Dokter dan Perawat yang Baru Lulus Bakal Bantu Tangani Pasien Covid-19

Kompas.com - 13/07/2021, 17:50 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021). Dokumentasi Facebook Resmi Luhut Binsar PandjaitanMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021).
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut 20.000 perawat dan 2.200 dokter yang baru lulus pendidikan akan membantu penanganan pasien Covid-19 mulai pekan depan.

Kenaikan jumlah kasus Covid-19 di tanah air mendorong para tenaga kesehatan untuk bekerja ekstra. Menurut Luhut hal ini menimbulkan kelelahan setelah 1,5 tahun pandemi Covid-19 tidak juga usai.

“Mulai Senin (pekan depan), kami akan menambah 2.200 dokter yang kita ambil dari dokter yang baru lulus dan kita latih, kita mulai pekerjakan. Ada 20.000 perawat juga yang baru lulus kita terjunkan,” kata Luhut secara virtual dalam acara Deklarasi Gotong Royong bersama Kadin, Aoindo dan Pimpinan Konfederasi SP/SB, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Menkes Minta Perusahaan Tidak Menstok Obat-obatan Covid-19

Selain itu, pemerintah juga akan menyalurkan paket obat Covid-19 pada 14 Juli 2021 sebanyak 300.000 paket untuk 210.000 pasien Covid-19.

Pemerintah juga menambah jumlah tempat tidur melalui sinergi TNI dan Polri, serta impor tabung oksigen yang rencananya akan tiba di Indonesia 3-4 hari ke depan. Percepatan bansos dan vaksin juga terus digencarkan untuk mencapai herd immunity.

Namun demikian, Luhut menilai apa yang dipersiapkan saat ini bukan semata menjadi jalan keluar dari masalah pandemi Covid-19. Butuh kerja sama dari semua pihak untuk tetap menjalankan protokol kesehatan, dan mematuhi segala aturan dari pemerintah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kita tidak bisa mengahadapi Covid-19 dengan terus menaikkan jumlah tempat tidur, menambah perawat, dokter dan tabung oksigen. Ini semua ada batasnya dan tidak serta merta menjadi jalan keluar. Masalahnya bagaimana kita tetap menjaga protokol kesehatan dan patuh pada imbauan pemerintah,” kata dia.

Baca juga: Menkes Blak-blakan soal Alasan Buka Vaksinasi Berbayar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.