Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BI Perpanjang Batas Waktu Pengajuan Bebas Sanksi Penangguhan Ekspor

Kompas.com - 13/07/2021, 18:37 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) memperpanjang batas waktu pengajuan pembebasan Sanksi Penangguhan Ekspor (SPE).

Semula batas waktu yang berlaku maksimal satu tahun sejak terbitnya PBI No. 21/14/PBI/2019 tentang Devisa Hasil Ekspor dan Devisa Pembayaran Impor (PBI DHE dan DPI) tanggal 29 November 2019, diperpanjang menjadi hingga akhir Desember 2022.

“Perpanjangan batas waktu dimaksud juga berlaku bagi eksportir yang telah dikenakan SPE setelah 29 November 2019,” ujar Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya, Selasa (13/7/2021).

Baca juga: Efek PPKM Darurat, BI Revisi ke Bawah Pertumbuhan Ekonomi Jadi 3,8 Persen

Erwin menjelaskan bahwa kebijakan ini berlaku mulai tanggal 13 Juli 2021 sampai dengan 31 Desember 2022. Ia juga menyebut sejumlah alasan di balik keluarnya kebijakan tersebut.

“Perpanjangan batas waktu ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19 yang sedang menuju pemulihan,” ucapnya.

“Serta untuk menangkap peluang ekspor sejalan dengan peningkatan harga berbagai komoditas ekspor dan kondisi ekonomi negara mitra dagang yang membaik,” sambung Erwin.

Perpanjangan batas waktu pengajuan pembebasan SPE ini melanjutkan berbagai kebijakan yang telah dilakukan BI sebelumnya untuk menciptakan situasi yang kondusif guna mendorong ekspor.

Baca juga: Ini Alasan BI Naikkan Batas Maksimal Tarik Tunai di ATM

Sebagaimana diketahui, BI juga telah mengeluarkan kebijakan antara lain tidak dikenakannya SPE sejak 31 Maret 2020 sampai dengan akhir Desember 2020.

Kebijakan perpanjangan tersebut diberlakukan untuk pertama, semua eksportir yang telah dikenakan SPE sebelum berlakunya PBI DHE dan DPI serta PP No. 1 Tahun 2019 tentang DHE dari Kegiatan Pengusahaan, Pengelolaan, dan/atau Pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).

Kedua, kebijakan ini juga berlaku untuk semua eksportir non-Sumber Daya Alam (non-SDA) yang dikenakan SPE oleh BI setelah berlakunya PBI DHE dan DPI.

Poin kedua berlaku sepanjang yang bersangkutan telah memenuhi kewajiban dan/atau menyampaikan bukti pemenuhan kewajiban eksportir sebagaimana diatur dalam PBI DHE dan DPI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PTPN Group Pecah Rekor, Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

PTPN Group Pecah Rekor, Cetak Laba Tertinggi Sepanjang Sejarah

Whats New
Disentil Jokowi Soal NIM Perbankan Tinggi, OJK: Pak Presiden Khawatir Suku Bunga yang Dipatok Terlalu Tinggi

Disentil Jokowi Soal NIM Perbankan Tinggi, OJK: Pak Presiden Khawatir Suku Bunga yang Dipatok Terlalu Tinggi

Whats New
Waspada, Ini Daftar 50 Pinjol Ilegal yang Dirilis SWI

Waspada, Ini Daftar 50 Pinjol Ilegal yang Dirilis SWI

Whats New
Apple Masih Bertahan dI Tengah Badai PHK Big Tech, Apa Rahasianya?

Apple Masih Bertahan dI Tengah Badai PHK Big Tech, Apa Rahasianya?

Whats New
Daftar 12 Perusahaan Teknologi Dunia yang PHK Massal Karyawannya pada 2023

Daftar 12 Perusahaan Teknologi Dunia yang PHK Massal Karyawannya pada 2023

Whats New
Gua Digital Resmi Bergabung dengan Group Capella Digicrats

Gua Digital Resmi Bergabung dengan Group Capella Digicrats

Rilis
Cara Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api 10 Persen untuk Dosen, Tenaga Pendidik, dan Alumni ITS

Cara Dapatkan Diskon Tiket Kereta Api 10 Persen untuk Dosen, Tenaga Pendidik, dan Alumni ITS

Spend Smart
Pesawat Susi Air Diduga Dibakar, Kemenhub Koordinasi dengan TNI AU

Pesawat Susi Air Diduga Dibakar, Kemenhub Koordinasi dengan TNI AU

Whats New
Mengenal Low Tuck Kwong, Pengusaha Batu Bara dengan Nilai Kekayaan Rp 401 Triliun

Mengenal Low Tuck Kwong, Pengusaha Batu Bara dengan Nilai Kekayaan Rp 401 Triliun

Whats New
BUMN PT KIW Buka 7 Lowongan Kerja, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

BUMN PT KIW Buka 7 Lowongan Kerja, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Work Smart
Lowongan Kerja BUMN Virama Karya, Ini Persyaratan dan Posisinya

Lowongan Kerja BUMN Virama Karya, Ini Persyaratan dan Posisinya

Work Smart
Hasil Penjualan Aset Jiwasraya Senilai Rp 3,1 Triliun Masuk ke Kas Negara

Hasil Penjualan Aset Jiwasraya Senilai Rp 3,1 Triliun Masuk ke Kas Negara

Whats New
Emas Jadi Instrumen Investasi Paling Aman, Apa Benar?

Emas Jadi Instrumen Investasi Paling Aman, Apa Benar?

Earn Smart
Pendekatan Ekonomi Sirkular pada Minyak Pelumas Bekas

Pendekatan Ekonomi Sirkular pada Minyak Pelumas Bekas

Whats New
11 Lelang Rumah Murah di Bekasi, Nilai Limit Rp 200 Jutaan

11 Lelang Rumah Murah di Bekasi, Nilai Limit Rp 200 Jutaan

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+