Menkes Minta Produsen Turunkan Harga Obat Terapi Covid-19

Kompas.com - 13/07/2021, 19:15 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww. ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBALMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers terkait kedatangan vaksin COVID-19 Sinovac setibanya dari Beijing di Terminal Cargo Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (18/4/2021). Sebanyak enam juta dosis vaksin COVID-19 Sinovac yang dibawa dengan pesawat Garuda Indonesia tersebut, selanjutnya dibawa ke Bio Farma Bandung sebelum didistribusikan ke Kota dan Kabupaten di Indonesia. ANTARA/Muhammad Iqbal/aww.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, dalam upaya mengatasi tingginya harga obat-obatan terkait Covid-19, dirinya telah menemui para produsen untuk meminta bantuan agar menurunkan harga obat terapi Covid-19.

"Saya sudah bicara dengan produsen-produsen obat (dalam negeri) satu per satu. Saya minta tolong ke mereka (turunkan harga obat terapi Covid-19), 'tolong bantu, sekarang semua orang membantu dan sekarang saya minta juga tolong bantu'," ungkapnya dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).

Budi mengatakan, dalam pertemuannya dengan para produsen obat, ia memastikan bahwa pemerintah tidak membuat mereka merugi. Hanya saja diakuinya keuntungan yang didapat para produsen obat tersebut berkurang karena menurunkan harga jual obat.

Baca juga: Luhut: Pekan Depan, Dokter dan Perawat yang Baru Lulus Bakal Bantu Tangani Pasien Covid-19

Penurunan harga dari tingkat produsen itu diharapkan bisa membantu masyarakat yang membutuhkan obat untuk tidak begitu terbebani dengan harga yang mahal.

"Kita pasti tidak akan membuat teman-teman (produsen obat) rugi, ya betul kita akan mengurangi untungnya teman-teman cukup banyak, tapi tolong bantu, sehingga rakyat bisa mendapatkan akses obat dengan harga yang wajar," ujar dia.

Seperti diketahui, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia membuat kebutuhan akan obat-obatan dan multivitamin menjadi tinggi. Kondisi ini membuat sejumlah obat menjadi langka dan harganya melambung di pasaran.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah pun menetapkan harga eceran tertinggi (HET) pada 11 obat terkait Covid-19 melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19, sebagai upaya mengatasi tingginya harga.

Budi mengatakan, saat ini beberapa obat terkait Covid-19 memang sudah mampu di produksi di dalam negeri seperti azythromycin, multivitamin, ivermectin, oseltamivi, dan favipiravir. Ia bilang, telah mendorong komitmen industri dalam negeri dalam pemenuhan suplai obat Covid-19 sehingga dipastikan pasokannya aman.

Baca juga: Menkes Minta Perusahaan Tidak Menstok Obat-obatan Covid-19

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.