PPKM Darurat Berpotensi Tekan Indeks Manufaktur di Kuartal III 2021

Kompas.com - 14/07/2021, 17:51 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia terus mencermati dampak penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang kemungkinan akan berimbas pada perkembangan indeks manufaktur (Prompt Manufacturing Index) Bank Indonesia/ PMI-BI di triwulan III 2021.

Direktur Eksekutif dan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menyatakan implementasi PPKM darurat berpotensi membuat kinerja sektor industri pengolahan melambat pada triwulan III 2021 dengan prakiraan angka PMI-BI sebesar 49,89 persen, lebih rendah dari capaian pada triwulan sebelumnya.

Baca juga: Kinerja Manufaktur Indonesia Kembali Cetak Rekor Tertinggi

 

"Penurunan PMI-BI disebabkan penurunan mayoritas komponen pembentuknya, terutama volume produksi, volume persediaan barang jadi, dan total jumlah tenaga kerja yang berada pada fase kontraksi. Mayoritas subsektor diprakirakan akan melambat, terutama subsektor Kertas dan Barang Cetakan, subsektor Makanan, Minuman dan Tembakau, dan subsektor Alat Angkut, Mesin dan Peralatannya," jelas Erwin Haryono dalam keterangan resminya, Rabu (14/7/2021).

Sementara itu di Triwulan II 2021, kinerja sektor Industri Pengolahan meningkat dan berada pada fase ekspansi.

Hal ini tercermin dari PMI-BI yang meningkat sebesar 51,45 persen, dibanding 50,01 persen pada triwulan I 2021 dan 28,55 persen pada triwulan II 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peningkatan PMI-BI pada triwulan II 2021 sejalan dengan perkembangan kegiatan sektor Industri Pengolahan hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) yang meningkat.

Peningkatan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama Volume Produksi dan Volume Total Pesanan yang berada dalam fase ekspansi.

Baca juga: PMI Manufaktur RI Kembali Naik, Sri Mulyani: Menunjukkan Arah Perbaikan Ekonomi

 

Secara subsektor, mayoritas responden mengalami peningkatan kinerja pada triwulan II 2021, terutama subsektor Makanan, Minuman dan Tembakau, subsektor Kertas dan Barang Cetakan, dan subsektor Pupuk, Kimia dan Barang dari Karet yang sudah berada pada fase ekspansi.

Responden menyatakan peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan permintaan pada Ramadan dan Idulfitri.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.