Menkeu: Per Maret 2021, Aset Keuangan Syariah Tembus Rp 1.862 Triliun

Kompas.com - 15/07/2021, 11:06 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, aset keuangan syariah di Indonesia sudah mencapai Rp 1.862,7 triliun hingga Maret 2021.

Aset tersebut setara dengan 9,96 persen dari seluruh aset industri keuangan. Jumlah itupun belum termasuk kapitalisasi saham syariah di pasar modal.

"Dari sisi aset, sektor keuangan syariah Indonesia selama ini tumbuh kuat, di mana total keuangan syariah dari sisi aset, pada Maret 2021 telah mencapai Rp 1.862,7 triliun," kata Sri Mulyani dalam Konferensi Internasional KNEKS secara daring, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno: Ekonomi Syariah Tumbuh Signifikan di Tengah Pandemi Covid-19

Sri Mulyani mengungkapkan, perkembangan aset ini tidak terlepas dari perkembangan aset syariah secara global. Saat ini, volume aset keuangan syariah terus meningkat dari 2,52 triliun dollar AS menjadi 2,88 triliun dollar AS.

Keuangan syariah global diperkirakan akan tumbuh sebesar 5 persen dalam periode 2019-2024 dengan aset yang mencapai 3,69 triliun dollar AS. Untuk mengambil peluang ini, Indonesia perlu memperkuat ketahanan keuangan syariah termasuk pasar modal syariah.

"Indonesia harus mampu menorehkan berbagai perkembangan dan kemajuan dalam ekonomi syariah sesuai dengan makin tingginya aspirasi masyarakat untuk mendapat instrumen yang berbasis syariah," beber Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun kata Sri Mulyani, pandemi Covid-19 dapat mempengaruhi perkembangan pasar modal. Global Islamic Economic Report 2020 mengungkapkan, terjadi stagnasi pada perkembangan aset keuangan syariah di tahun 2020.

Padahal tahun 2019, aset keuangan syariah mengalami kenaikan atau pertumbuhan yang sangat baik yaitu 13,9 persen.

Di Indonesia, aset sukuk korporasi dan reksa dana syariah pun masih rendah. Pada tanggal 25 Juni, posisi outstanding sukuk korporasi hanya mencapai Rp 32,54 triliun dengan market share sebesar 7,44 persen.

Begitu pula dengan reksa dana syariah yang nilai nominalnya Rp 39,75 triliun dengan market share sekitar 7,28 persen.

"Dengan basis yg masih kecil tentu diharapkan perkembangan bisa terus berlanjut" tutur Ani.

Baca juga: Luhut Ajak Arab Saudi Suntik Modal ke Bank Syariah Indonesia

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.