Kompas.com - 15/07/2021, 14:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menilai, kebijakan pemerintah untuk memberlakukan PPKM darurat tidak efektif meski dilakukan penyekatan untuk mengurangi dampak penyebaran Covid-19.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, berdasarkan fakta di lapangan, banyak perusahaan pengolahan atau manufaktur pabrikasi masih bekerja 100 persen yang bisa menyebabkan kemungkinan terjadinya penyebaran.

"KSPI berpendapat, PPKM darurat yang salah satu metodenya penyekatan itu tidak efektif. Karena faktanya perusahaan pengolahan atau manufaktur pabrikasi itu masih bekerja 100 persen. Tidak mungkin juga diberlakukan WFH 50 persen karena bagian produksi merupakan satu mata rantai yang tidak bisa dilakukan sebagian, kecuali pekerja yang bekerja di bagian office," ujar Said Iqbal saat jumpa pers virtual, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: KSPI Minta Pemerintah Lindungi Kesehatan Buruh yang Tetap Bekerja Saat PPKM Darurat

Sementara berdasarkan data dan informasi yang dia terima di lapangan, di beberapa perusahaan baik labour intensif padat karya atau pun padat modal, tercatat, selama dimulainya PPKM darurat hingga hari ini, lebih dari 10 persen buruh positif Covid-19.

Ia menilai, angka ini sangat mengkhawatirkan.

Tak hanya itu, Said juga mengatakan, salah satu perusahaan di kawasan Purwakarta, dari 1.700 buruh yang ikut tes antigen, ditemukan 400-an buruh yang reaktif.

Kemudian dilanjutkan dengan tes PCR dan didapat ada 200 buruh yang bekerja di perusahaan tersebut terpapar Covid-19.

Hal serupa juga terjadi di salah satu perusahaan otomotif di Bekasi yang dimana terkonfirmasi ada 15 orang yang meninggal karena Covid-19.

Baca juga: Wacana Perpanjangan PPKM Darurat Bikin Pengusaha Pusing Tujuh Keliling

"Di Purwakarta tadi sudah lebih dari 20 orang yang meninggal dunia terpapar Covid-19 setelah dilakukan tes PCR oleh perusahaan masing-masing. Jadi kami menilai PPKM darurat tidak efektif walaupun diberlakukan penyekatan," ungkap Said Iqbal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dirjen Migas: Teknologi Baru Bikin Industri Migas Bergerak Lebih Cepat

Dirjen Migas: Teknologi Baru Bikin Industri Migas Bergerak Lebih Cepat

Whats New
Didukung Prospek Pertumbuhan Ekonomi China, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Didukung Prospek Pertumbuhan Ekonomi China, Harga Minyak Dunia Bervariasi

Whats New
Kementerian ESDM dan Pertamina Resmikan 34 Penyalur BBM Satu Harga

Kementerian ESDM dan Pertamina Resmikan 34 Penyalur BBM Satu Harga

Whats New
Bantu Petani Jagung, Syngenta Resmikan Fasilitas Benih dan Toko Online di E-commerce

Bantu Petani Jagung, Syngenta Resmikan Fasilitas Benih dan Toko Online di E-commerce

Whats New
IHSG Masih Berpotensi Bearish, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG Masih Berpotensi Bearish, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
BUMN Buka Rekrutmen Bersama Gelombang II, Simak Syarat, Cara, dan Jadwal Pendaftarannya

BUMN Buka Rekrutmen Bersama Gelombang II, Simak Syarat, Cara, dan Jadwal Pendaftarannya

Whats New
[POPULER MONEY] Jokowi: RI Titik Terang di Tengah Gelapnya Ekonomi Global | Sri Mulyani Khawatir Banyak Warga RI Menua tapi Tetap Miskin

[POPULER MONEY] Jokowi: RI Titik Terang di Tengah Gelapnya Ekonomi Global | Sri Mulyani Khawatir Banyak Warga RI Menua tapi Tetap Miskin

Whats New
Gembok Dibuka, Saham GOTO Masih Menarik Dikoleksi?

Gembok Dibuka, Saham GOTO Masih Menarik Dikoleksi?

Whats New
Sri Mulyani Waspadai 3 Potensi Krisis Global di Tahun Depan

Sri Mulyani Waspadai 3 Potensi Krisis Global di Tahun Depan

Whats New
Cara Buat Akun Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Cara Buat Akun Pendaftaran Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Work Smart
Panja Komisi XI DPR akan Bentuk Timus dan Timsin RUU P2SK

Panja Komisi XI DPR akan Bentuk Timus dan Timsin RUU P2SK

Whats New
KPPU Siapkan 4 Strategi Hadapi Resesi Global Tahun Depan

KPPU Siapkan 4 Strategi Hadapi Resesi Global Tahun Depan

Whats New
Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan Dimulai 6 Desember, Ini Infonya

Seleksi Kompetensi PPPK Tenaga Kesehatan Dimulai 6 Desember, Ini Infonya

Whats New
Syarat dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Syarat dan Cara Daftar Rekrutmen Bersama BUMN 2022 Batch 2

Whats New
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo per 1 Desember 2022

Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo per 1 Desember 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.