Ketimpangan Ekonomi Nasional pada Maret 2021 Turun, Jawa Barat Naik Paling Tinggi

Kompas.com - 15/07/2021, 15:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, ketimpangan antarkelompok penduduk pada bulan Maret 2021 menurun.

Ketimpangan yang ditunjukkan oleh gini ratio ini menyusut dari 0,385 menjadi 0,384.

Sebagai informasi, gini ratio menunjukkan tingkat pengeluaran ketimpangan, nilainya antara 0 dan 1.

Baca juga: Menkeu Ajukan RUU HKPD untuk Minimalkan Ketimpangan Daerah

Semakin mendekati angka 1, pengeluaran antarkelompok penduduk semakin timpang.

"Pada Maret 2021 ini gini ratio turun dari bulan September 2020 sebesar 0,385 menjadi 0,384 pada bulan Maret 2021," kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi video, Kamis (15/7/2021).

Jika dilihat lebih rinci, ketimpangan di kota justru mengalami peningkatan. Di kota, gini ratio melonjak dari 0,399 pada September tahun lalu menjadi 0,401 pada Maret 2021.

Angka ini berbanding terbalik dengan gini ratio di daerah pedesaan yang menunjukkan perbaikan.

"Kalau di pedesaan membaik jadi 0,315 (si bulan Maret 2021), lebih rendah dari 0,319 (di bulan September 2020)," beber dia.

Baca juga: Pemerintah Bakal Naikkan Pajak Orang Kaya, Ketimpangan Diperkirakan Menurun

Ketimpangan di Jawa Barat naik paling tinggi

Dilihat dari sebarannya, Jawa Barat menjadi provinsi dengan kenaikan ketimpangan yang paling tinggi. Di provinsi ini, gini ratio naik sebesar 0,014 poin.

Adapun Kalimantan Selatan menjadi provinsi dengan penurunan gini ratio paling tinggi, yakni 0,021 poin.

Secara rinci, daerah yang mengalami kenaikan gini ratio, meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.

Kemudian Jawa Timur, Banten, Bali, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Baca juga: Tax Amnesty Jilid II, Ekonom Indef: Kontraproduktif, Ciptakan Ketimpangan Sosial

Sedangkan provinsi dengan penurunan gini ratio adalah Maluku, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Sucofindo Buka Lowongan Kerja untuk Pegawai Kontrak, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Syarat dan Cara Membuat Akun Pendataan Tenaga non-ASN BKN 2022

Whats New
BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

BRI Buka Lowongan Kerja Lewat Jalur Program BFLP hingga 11 Oktober

Work Smart
Erick Thohir dan Sandiaga Uno Komitmen Dukung Permodalan dan Kemampuan UMKM Perempuan

Erick Thohir dan Sandiaga Uno Komitmen Dukung Permodalan dan Kemampuan UMKM Perempuan

Whats New
Belanja Pemerintah Bakal Topang Laju Ekonomi di Kuartal IV-2022

Belanja Pemerintah Bakal Topang Laju Ekonomi di Kuartal IV-2022

Whats New
Dukung UMKM, Bank Sumut Salurkan KUR Rp 3,8 Triliun pada Semester I-2022

Dukung UMKM, Bank Sumut Salurkan KUR Rp 3,8 Triliun pada Semester I-2022

Whats New
Dulu Ditolak Taiwan, Kini Giliran Hong Kong Tarik Peredaran Mie Sedaap

Dulu Ditolak Taiwan, Kini Giliran Hong Kong Tarik Peredaran Mie Sedaap

Whats New
Simak Tips Alokasi Investasi di Tengah Ancaman Resesi Global yang Kian Nyata

Simak Tips Alokasi Investasi di Tengah Ancaman Resesi Global yang Kian Nyata

Earn Smart
Catat, Ini Kode Bank BJB dan BJB Syariah untuk Keperluan Transfer

Catat, Ini Kode Bank BJB dan BJB Syariah untuk Keperluan Transfer

Spend Smart
PLN Pastikan PMN Rp 10 Triliun Untuk Aliri Listrik Daerah 3T

PLN Pastikan PMN Rp 10 Triliun Untuk Aliri Listrik Daerah 3T

Whats New
UOB Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen Tahun 2022 dan 2023

UOB Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen Tahun 2022 dan 2023

Whats New
BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja, Fresh Graduate Bisa Daftar

BPJS Kesehatan Buka Lowongan Kerja, Fresh Graduate Bisa Daftar

Work Smart
APBN Surplus dan Kemudahan Membayar Pajak

APBN Surplus dan Kemudahan Membayar Pajak

Whats New
DPR Sahkan UU APBN 2023, Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 5,3 Persen

DPR Sahkan UU APBN 2023, Pertumbuhan Ekonomi Ditargetkan 5,3 Persen

Whats New
Update Data Nakes secara Mandiri hingga 28 Oktober, Ini Link dan Caranya

Update Data Nakes secara Mandiri hingga 28 Oktober, Ini Link dan Caranya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.