Dukung Ajang WSBK dan MotoGP, Tol Udara Kawasan Mandalika Diresmikan

Kompas.com - 16/07/2021, 11:16 WIB
Jalan Kawasan Khusus (JKK) The Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Dok. ITDC.Jalan Kawasan Khusus (JKK) The Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

JAKARTA, KOMPAS.com  - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), bersama Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia, meresmikan pembukaan jalan tol udara untuk helikopter dari dan menuju kawasan The Mandalika.

Jalan tol udara yang diresmikan merupakan jalur penerbangan helikopter dari berbagai lokasi di Pulau Lombok menuju Kawasan The Mandalika dan sebaliknya, termasuk rute Bandara Zainuddin Abdul Madjid (Bandara ZAM) di Praya Lombok ke kawasan The Mandalika.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Komitmen antara ITDC dan AirNav Indonesia di Gedung Balawista, Kuta Beach Park The Mandalika, Kamis (15/7/2021) oleh Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro dan General Manager AirNav Indonesia Cabang Lombok Buyung Prastiyono.

Baca juga: Apa Kabar Proyek Sirkuit MotoGP di Mandalika Lombok?

Managing Director The Mandalika Bram Subiandoro menyebutkan, pihaknya mengapresiasi AirNav yang memberikan dukungan dengan pembukaan jalan tol udara ini dalam upaya menyukseskan penyelenggaraan event World Superbike (WSBK) pada bulan November 2021 dan MotoGP pada tahun 2022 mendatang.

"Kami yakin rute helikopter yang akan dinavigasikan oleh AirNav Indonesia ini akan menjadi akses yang mempermudah berbagai kebutuhan persiapan maupun penyelenggaraan event, sehingga event dapat berjalan lancar dan sukses. Salah satunya adalah mempercepat akses bagi tim medis demi keselamatan dan kecepatan penanganan riders jika terjadi kecelakaan saat event balap berlangsung,” kata Bram Subiandoro dalam siaran pers dikutip Jumat (16/7/2021).

Jalan tol udara ini tertuang pada publikasi informasi aeronautika atau Aeronautical Information Publication (AIP) Amandement yang membahas mengenai prosedur helikopter di Pulau Lombok, salah satunya mengenai rute udara Bandara ZAM-Mandalika dan sebaliknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penggunaan jalan tol udara ini dilengkapi beberapa fasilitas seperti penyesuaian tempat peralatan pendaratan pesawat, prosedur-prosedur navigasi seperti memandu pendaratan pesawat berbasis alat navigasi penerbangan di darat dan memandu pendaratan pesawat berbasis satelit, juga dukungan radio operator dari personel Air Traffic Controller (ATC) bersertifikasi internasional yang akan menginformasikan mengenai ketinggian helikopter dan traffic di udara.

AirNav Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan melakukan pengawasan lalu lintas di jalan tol udara tersebut, salah satunya adalah memantau kemungkinan hazard yang terjadi saat event balap motor internasional tersebut berlangsung.

Baca juga: Erick Thohir Mau Mandalika Dijadikan Education Hub

Sementara General Manager AirNav Indonesia Cabang Lombok Buyung Prastiyono menuturkan, pihaknya telah mendapatkan izin dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan telah dipublikasikan secara internasional bahwa jalur penerbangan tersebut efektif mulai 15 Juli 2021.

"Ketinggian jalan tol udara ini telah kami tentukan setinggi 500 kaki diatas permukaan laut. Kami menjamin ketinggian ini aman karena kami telah melakukan beberapa analisa dan kajian yang akurat untuk mempertimbangkan keselamatan penerbangan agar dapat berjalan dengan lancar saat helikopter mengudara di jalan tol tersebut," sebutnya.

Dia menyebutkan, berdasarkan analisa dan kajian AirNav Indonesia, rute jalan tol udara tersebut telah bebas dari kendala di darat, tidak ada populasi burung dalam jumlah masif yang membahayakan helikopter, tidak ada fenomena cuaca yang ekstrim, adanya masukan dari pilot berpengalaman yang telah melangsungkan penerbangan secara visual pada rute tersebut, dan separasi antar pesawat terpenuhi dengan pergerakan pesawat yang take off dan landing di Bandara ZAM Lombok.

Di samping melakukan kajian-kajian diatas, rute-rute ini juga telah diinformasikan kepada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) NTB, sehingga apabila terjadi kondisi darurat, bisa dilaksanakan search and rescue (SAR) yang cepat sesuai dengan SOP yang ditetapkan.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Infrastruktur Sirkuit Mandalika Tuntas Juli 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.