Punya Harta Tidak Seberapa, Buat Apa Lapor SPT Pajak?

Kompas.com - 16/07/2021, 16:29 WIB
Ilustrasi uang rupiah dalam jumlah tak banyak. SHUTTERSTOCK/ACEP SAPRUDINIlustrasi uang rupiah dalam jumlah tak banyak.

Dalam hal ini, kantor pajak dapat melakukan analisis kesebandingan antara penghasilan yang diterima pembayar pajak dan peningkatan atau penurunan hartanya.

Baca juga: Mangkir Lapor SPT dan Dapat Surat Panggilan Pemeriksaan Pajak, Harus Bagaimana?

Sistem perpajakan Indonesia juga menganut asas self assessment, yang memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada pembayar pajak untuk melaporkan penghasilan, harta, dan kewajiban dengan sebenar-benarnya.

Setelah itu barulah bicara kewenangan kantor pajak. Dalam hal ini, kantor pajak berwenang mendalami informasi kepemilikan harta pembayar pajak yang tercatat di berbagai instansi dan lembaga keuangan, seperti bank, Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kepolisian.

Melaporkan harta dalam SPT—meski nilainya tidak seberapa—penting dilakukan setiap pembayar pajak guna menghindari risiko permasalahan di kemudian hari.

Baca juga: Pensiun Dini lalu Dikontrak Kerja lagi di Perusahaan yang Sama, Bagaimana Perhitungan dan Lapor SPT Pajaknya?

Misalnya, pada saat pemeriksaan petugas pajak menemukan harta yang tidak dilaporkan pembayar pajak dalam SPT. Biasanya, kantor pajak menganggapnya sebagai tambahan penghasilan yang harus dikenakan pajak dan beban pembuktian ada pada pembayar pajak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk membuktikan keterkaitan antara penghasilan dan harta temuan, pemeriksa terkadang membutuhkan upaya dan waktu yang tidak sedikit. Karenanya, lebih baik Anda mengantisipasi risiko tersebut dengan melaporkan seluruh harta yang dimiliki di SPT.

Perlu diketahui juga, harta atau tambahan penghasilan yang ditemukan saat pemeriksaan selain dikenakan pajak juga berpotensi disertai dengan sanksi sesuai dengan ketentuan dan peraturan perpajakan yang berlaku.

Baca juga: Ada Konsultasi Pajak di Kompas.com, Bertanyalah...

Demikian penjelasan dari saya. Terima kasih.

Salaam

Lucky Hernandito

 

Catatan:

Tanya-tanya Pajak merupakan kolaborasi Kompas.com dan MUC Consulting, untuk Sahabat Kompas.com bertanya seputar kebijakan dan praktik perpajakan, baik terkait orang pribadi maupun badan.

Sahabat Kompas.com dapat mengajukan pertanyaan lewat kotak komentar yang tersedia di bawah artikel ini. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.