Melemah 14 dollar AS, Harga Emas Lengser dari Level Tertinggi 1 Bulan

Kompas.com - 17/07/2021, 07:16 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

CHICAGO, KOMPAS.com - Harga emas ditutup turun pada akhir perdagangan Jumat (16/7/2021) waktu setempat (Sabtu pagi WIB), menghentikan kenaikan selama tiga hari beruntun.

Menguatnya dollar AS membenamkan daya tarik logam mulia ini sehingga turun dari level tertinggi satu bulan yang dicapai di sesi sebelumnya.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, jatuh 14 dollar AS atau 0,77 persen, ditutup pada 1.815 dollar AS per ounce.

Baca juga: Kapan Waktu Tepat untuk Investasi Emas?

Pada Kamis (15/7/2021), emas berjangka menguat 4,0 dollar AS menjadi 1.829 dollar AS, setelah melonjak 15,1 dollar AS pada Rabu (14/7/2021), dan naik 4,0 dollar AS pada Selasa (13/7/2021).

Secara mingguan harga emas naik tipis sekitar 0,2 persen.

Indeks dollar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya berada di jalur menuju kenaikan mingguan yang kuat, sehingga mengurangi daya tarik emas bagi pemegang mata uang lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ahli strategi komoditas TD Securities, Daniel Ghali mengatakan, ketidakmampuan emas untuk mendapatkan keuntungan secara substansial dari imbal hasil riil AS yang lebih lemah menunjukkan bahwa emas tetap rentan terhadap penurunan lebih lanjut.

“Meskipun valuasi emas lebih menarik secara relatif terhadap Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS) -- sekuritas yang memberikan perlindungan terhadap inflasi -- alasan emas diperdagangkan dengan harga diskon adalah karena tidak membawa keuntungan yang sama,” sebutnya.

Namun, Ghali mengatakan bahwa peningkatan permintaan fisik emas, terutama dari konsumen utama China, dan pembelian oleh bank-bank sentral dapat membatasi penurunan logam mulia.

Awal pekan ini, Ketua Federal Reserve Jerome Powell menegaskan kembali bahwa bank sentral AS akan tetap akomodatif, mendorong emas ke level tertinggi satu bulan pada Kamis (15/7/2021).

Ketidakpastian di sekitar potensi lonjakan kasus varian Delta virus corona di Amerika Serikat dapat memaksa The Fed untuk tetap akomodatif lebih lama, kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures di Chicago.

Baca juga: Amankah Investasi Emas Digital?

Emas juga berada di bawah tekanan karena Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (16/7/2021) bahwa penjualan ritel AS naik 0,6 persen pada Juni, bertentangan dengan ekspektasi perdagangan untuk penurunan 0,4 persen.

Tetapi, angka awal indeks sentimen konsumen dari Universitas Michigan turun menjadi 80,8 pada Juli, lebih rendah dari angka akhir yang direvisi 85,5 pada Juni dan memberikan beberapa dukungan terhadap emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September melemah 59,9 sen atau 2,27 persen, menjadi 25,795 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 29,2 dollar AS atau 2,57 persen, ditutup pada 1.108,5 dollar AS per ounce.

Baca juga: Naik Rp 3.000, Simak Rincian Lengkap Harga Emas Antam Hari Ini



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X