3 Hal yang Harus Diperhatikan saat Membayar Tagihan Kartu Kredit

Kompas.com - 18/07/2021, 14:40 WIB
 Ilustrasi kartu kredit. Black card populer sejak tahun 1999. Apa itu black card? Black card adalah jenis kartu kredit premium. (Dok. Shutterstock). Black card populer sejak tahun 1999. Apa itu black card? Black card adalah jenis kartu kredit premium. Ilustrasi kartu kredit. Black card populer sejak tahun 1999. Apa itu black card? Black card adalah jenis kartu kredit premium.

KOMPAS.com - Menjadi pengguna aktif kartu kredit, kamu memiliki kewajiban membayar tagihannya setiap bulan. Nominalnya tergantung dari transaksi keuangan yang sudah dilakukan dengan kartu kredit tersebut.

Ketika ingin membayar tagihan kartu kredit, tentunya bukan hanya ketersediaan uang yang harus kamu perhatikan. Ini poin penting lain yang wajib diingat agar kartu kredit tidak menjadi malapetaka bagimu, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Bayar sebelum jatuh tempo

Tanggal jatuh tempo merupakan tanggal atau batas akhir kamu harus melakukan pembayaran tagihan kartu kredit tersebut. Lewat tanggal terakhir pembayaran belum diterima bank penerbit, berarti terjadi keterlambatan.

Umumnya, jatuh tempo pembayaran tagihan kartu kredit setiap 15-20 hari setelah tanggal cetak atau tanggal terbit tagihan. Jika tanggal cetak tagihan setiap tanggal 5, maka tanggal jatuh temponya antara tanggal 20-25 di bulan yang sama.

Ketentuan ini tergantung kebijakan bank penerbit kartu kredit yang kamu gunakan. Begitu lewat, kamu akan kena bunga sekaligus denda keterlambatan di tagihan kartu kredit bulan berikutnya.

Maka, sudah pasti tagihan bulan berikutnya bakal membengkak dan akan menjadi beban keuanganmu. Oleh karena itu, selalu disiplin membayar tagihan sebelum tanggal jatuh tempo.

Sebaiknya bayar tagihan kartu kreditmu sekitar 5-7 hari sebelum tanggal jatuh tempo. Kalau perlu, langsung autodebet dari rekening tabungan, sehingga tidak ada kata lupa atau terlambat membayar tagihan kartu kredit, serta terhindar dari risiko bunga berjalan dan denda yang cukup besar.

2. Bayar penuh tagihan

Bank penerbit kartu kredit umumnya menetapkan pembayaran minimum sebesar 10 persen dari total tagihan yang harus dibayar. Misal kamu punya tagihan Rp 3 juta, maka jumlah pembayaran paling sedikit sebesar Rp 300 ribu.

Akibatnya banyak pengguna tidak bisa lepas dari pembayaran tagihan minimum atau minimum payment ini. Padahal cara pembayaran tersebut punya risiko besar. Utangmu akan semakin menggunung.

Sebab ketika kamu hanya membayar tagihan minimum, maka di bulan berikutnya kamu harus membayar 10 persen dari total tagihan, ditambah sisa utang kartu kredit sebelumnya, plus bunganya. Kalau tidak dibayar penuh, akan seperti itu terus perhitungannya.

Sebaiknya bayar tagihan kartu kredit secara penuh agar terbebas dari biaya bunga dan tumpukan utang.

Baca Juga: Cara agar Tetap Banyak Uang meski Ekonomi RI Turun Kelas

3. Lakukan pembayaran online agar lebih hemat

Membayar tagihan kartu kredit saat ini sangat mudah. Bisa dilakukan dengan cara offline dengan mengunjungi kantor cabang bank maupun online.

Namun agar lebih praktis, hemat waktu dan tenaga, lebih baik bayar tagihan kartu kredit secara online. Melalui SMS Banking, Mobile Banking, Internet Banking, e-commerce, dan fintech.

Terlebih di masa pandemi begini. Layanan bank dibatasi untuk menghindari penyebaran virus Covid-19. Jadi, bayar tagihan kartu kredit dari rumah saja.

Selain itu, pembayaran tagihan kartu kredit secara daring juga memakan biaya administrasi yang tidak terlalu besar seperti bayar langsung via teller bank. Paling hanya Rp 5 ribu sampai Rp 10 ribu.

Jika dengan setoran tunai lewat teller bank, biasanya dipungut biaya sekitar Rp 25 ribu sampai Rp 100 ribu. Selisihnya sangat jauh kan? Bahkan pembayaran tagihan kartu kredit di e-commerce sering ada penawaran diskon, voucher, cashback. Lumayan bisa lebih hemat dan murah.

Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Ada yang bilang kartu kredit adalah ‘kartu setan’. Itu karena kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan mampu ‘menggelapkan mata’ penggunanya.

Entah itu menghabiskan limit, tarik tunai atau gesek tunai, belanja konsumtif, hingga dipakai untuk membayar cicilan utang lain. Sebenarnya sah-sah saja, toh itu kartu kreditmu.

Hanya saja penggunaan yang demikian sangatlah tidak bijak. Kamu sendiri yang akan menanggung risikonya, seperti tagihan kartu kredit membengkak. Itu lantaran pemakaian yang tidak terkontrol atau dibatasi.

Bila pengeluaran kartu kreditmu tak sebanding dengan penghasilan, maka kamu yang bakal susah. Tidak bisa bayar tagihan penuh dan sebelum jatuh tempo.

Yang ada, kamu akan selalu membayar tagihan minimum di waktu yang mepet. Ini dapat membahayakanmu karena ujung-ujungnya kamu akan mengalami gagal bayar dan berpengaruh pada riwayat kredit atau skor kreditmu di SLIK OJK.

Jadi, pakai kartu kredit sesuai kebutuhan dan kemampuan bayar. Bukan karena gengsi dan gaya hidup semata.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

7 Paket Pembangunan Jalan di Borobudur Senilai Rp 357 Miliar Selesai

Rilis
[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

[POPULER MONEY] Pegadaian Digugat Rp 322 Miliar Gara-gara Tabungan Emas | Petani Sawit Bakal Geruduk Kantor Airlangga hingga Istana Negara

Whats New
Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Soal Rencana Kenaikan Harga Pertalite hingga Tarif Listrik, Ini Kata Ekonom

Whats New
Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Apakah Indonesia Mendapat Ganti Rugi dari Jepang yang Pernah Menjajah?

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Ekspor dan Impor?

Apa yang Dimaksud dengan Ekspor dan Impor?

Earn Smart
Persyaratan dan Cara Membuat Kartu Kredit BRI Terbaru

Persyaratan dan Cara Membuat Kartu Kredit BRI Terbaru

Whats New
Bandara Juanda Jadi Bandara Tersibuk Saat Mudik Lebaran 2022

Bandara Juanda Jadi Bandara Tersibuk Saat Mudik Lebaran 2022

Whats New
Bebas Biaya Tol, Apa Itu Jalan Tol Fungsional?

Bebas Biaya Tol, Apa Itu Jalan Tol Fungsional?

Whats New
Cara Perpanjang Paspor Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Cara Perpanjang Paspor Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Spend Smart
4 Cara Mencari ATM Bank BJB Terdekat dengan Mudah

4 Cara Mencari ATM Bank BJB Terdekat dengan Mudah

Whats New
Ingin Traveling Sambil Dapat Cuan? Simak Tipsnya

Ingin Traveling Sambil Dapat Cuan? Simak Tipsnya

Earn Smart
Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 29

Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi Kartu Prakerja Gelombang 29

Whats New
Cara Daftar BRImo dengan Mudah Tanpa Harus ke Bank

Cara Daftar BRImo dengan Mudah Tanpa Harus ke Bank

Spend Smart
Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Larangan Ekspor CPO Bikin Harga Sawit Anjlok, Petani Mengaku Rugi Rp 11,7 Triliun

Whats New
Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Ada Pekerjaan Rekonstruksi, Jasa Marga: Ruas Tol Jakarta Cikampek Tetap Beroperasi Normal

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.