Kompas.com - 18/07/2021, 18:00 WIB
Pekerja memberikan pakan ternak sapi untuk hewan kurban yang dijual di kawasan Mahendradata, Denpasar, Bali, Jumat (16/7/2021). Menurut pedagang, menjelang hari raya Idul Adha 1442 H permintaan hewan kurban berupa kambing dan sapi yang dijual dengan harga Rp2,6 juta hingga Rp21 juta tersebut mengalami penurunan hingga 60 persen akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp. ANTARA FOTO/FIKRI YUSUFPekerja memberikan pakan ternak sapi untuk hewan kurban yang dijual di kawasan Mahendradata, Denpasar, Bali, Jumat (16/7/2021). Menurut pedagang, menjelang hari raya Idul Adha 1442 H permintaan hewan kurban berupa kambing dan sapi yang dijual dengan harga Rp2,6 juta hingga Rp21 juta tersebut mengalami penurunan hingga 60 persen akibat pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan stok untuk hewan kurban dalam rangka menyambut Idul Adha cukup dan tersedia. Hanya saja diakuinya, ada kenaikan harga sekitar Rp 500.000 per ekor.

"Intinya hewan kurban kita cukup dan tersedia. Kemudian harganya juga stabil, dimana ada sedikit kenaikan sekitar Rp 500.000 perekor," ujarnya dalam siaran resminya, dikutip Kompas.com, Minggu (18/7/2021).

Mentan mengatakan, sektor pertanian termasuk di dalamnya sektor peternakan tidak akan mengalami penurunan yang signifikan, meski Indonesia sedang menghadapi wabah pandemi Covid-19 berkepanjangan.

Baca juga: Pemerintah Diminta Lancarkan Distribusi Pakan Ternak Jika Lockdown

"Saya kira yang paling terganggu itu wilayah industri. Kalau pertanian kan naik terus. Karena itu, Kita yakin ketersediaan kurban di Kota Makassar oke, stabilisasi juga oke dan Idul Adha akan berjalan dengan baik," katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Rumah Potong Hewan Ruminansia Ridwan menjamin semua hewan yang masuk sudah melalui proses uji dan pemeriksaan yang ketat.

Hasilnya, hanya ada 2 ekor sapi yang bermasalah. Itupun sudah ditangani dengan baik oleh tim dan para ahli peternakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Semua hewan kami periksa ketat sebelum dilakukan pemotongan. Biasanya untuk pemeriksaan itu yang kami perhatikan adalah pada bagian mata karena selalu ada penyakit iritasi mata. Tapi Alhamdulillah sapi yang kami periksa ini hanya 1 - 2 ekor saja yang bermasalah. Sisanya dalam kondisi baik semua," katanya.

Ridwan menambahkan, semua sapi potong yang masuk merupakan sapi potong lokal yang datang dari sentra ternak di Sinjay, Bulukumba, Bantaeng dan juga sapi sisanya dari anakan Bali.

"Ini sapi lokal semua. Jadi kualitasnya sangat baik, dimana bobot daging cukup besar dan tulang tulang yang relatif kecil. Sapi sapi seperti ini banyak didatangkan dari sinjay, bukukumba, bantaeng dan sapi bali," jelas Ridwan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.