Tips Lo Kheng Hong: Di Pasar Saham, Mercy yang Dijual Seharga Avanza Sangat Banyak

Kompas.com - 19/07/2021, 08:06 WIB
Lo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia. Dok SBM ITBLo Kheng Hong, investor retail terbesar di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Siapa yang tidak kenal Lo Kheng Hong? Investor kawakan tanah air ini menjadi miliarder dengan berinvestasi di pasar saham.

Ternyata, pria yang dijuluki Warren Buffet-nya Indonesia ini memiliki kebiasaan membaca.

Lo menilai, kebiasaan membaca sangat bermanfaat bagi seorang investor. Dia mengaku, setiap hari dirinya membaca setidaknya empat media massa, termasuk Harian Kontan. Kebiasaan ini sudah berpuluh-puluh tahun dia lakukan.

Baca juga: Ini Beda Investor dan Spekulator Menurut Lo Kheng Hong

Selain itu, Lo juga rutin membaca dan mempelajari laporan keuangan emiten. Dengan kebiasaan ini, pengetahuan yang dia miliki akan semakin mendalam.

“Saya pelajari emiten, dari sisi penjualannya, laba usahanya, beban bunga berapa, penghasilan berapa, profit margin berapa besar, “ terang Lo Kheng Hong dalam acara webinar yang digelar Kontan, Sabtu (17/7) malam.

Pria kelahiran tahun 1959 ini juga rutin memantau aksi korporasi emiten dengan membuka website resmi Bursa Efek Indonesia (BEI). Di sini tersedia semua aksi dan rencana korporasi emiten.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari kebiasaan membaca inilah, Lo memiliki pengetahuan terkait emiten. Dari sanalah, dia menemukan perusahaan dengan fundamental bagus namun salah harga.

“Saya melalukan satu pekerjaan yang sederhana, saya ulang-ulang terus sampai 32 tahun dan membuat saya menjadi mahir. Kira-kira itu faktor yang membuat saya menjadi investor yang berhasil,” ucap dia.

Baca juga: Tips Investasi di Pasar Modal saat Pandemi Covid-19 ala Lo Kheng Hong

Lo menilai, kebiasaan ini bisa direplikasi oleh siapa saja. Karena sejatinya, kemahiran investor bisa dibentuk.

Dia juga menekankan pentingnya value investing, yakni membeli saham perusahaan yang harganya jauh lebih murah dari nilai intrinsik. Ibaratnya, value investing adalah membeli mobil Mercedes-Benz seharga mobil Avanza,

“Di dunia nyata, kita tidak akan menemukan hal ini. Namun di pasar saham, Mercy yang dijual seharga Avanza sangat banyak. Berinvestasilah berdasarkan nilai,” kata Lo Kheng Hong. (Akhmad Suryahadi)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Banyak membaca! Kunci investor bisa sekaya Lo Kheng Hong

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dewan Pengurus Kadin Indonesia Resmi Dilantik, Ini Susunanya

Dewan Pengurus Kadin Indonesia Resmi Dilantik, Ini Susunanya

Whats New
Aturan Terbaru PPKM Naik Pesawat Wajib PCR, Kapan Mulai Berlaku?

Aturan Terbaru PPKM Naik Pesawat Wajib PCR, Kapan Mulai Berlaku?

Whats New
Program Kemitraan dan Digitalisasi Pacu Produktivitas Industri Olahan Susu

Program Kemitraan dan Digitalisasi Pacu Produktivitas Industri Olahan Susu

Rilis
Fakta Seputar Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta untuk Penumpang dari Luar Negeri

Fakta Seputar Tes PCR di Bandara Soekarno-Hatta untuk Penumpang dari Luar Negeri

Whats New
Pemerintah Diminta Buka 'Call Center' Khusus Aduan Pinjol Ilegal

Pemerintah Diminta Buka "Call Center" Khusus Aduan Pinjol Ilegal

Whats New
Garuda Dikabarkan Bakal Pailit, Manajemen Buka Suara

Garuda Dikabarkan Bakal Pailit, Manajemen Buka Suara

Whats New
Ingat, Setelah 30 November 2021 Kartu Debit Magnetik BCA Tak Bisa Digunakan

Ingat, Setelah 30 November 2021 Kartu Debit Magnetik BCA Tak Bisa Digunakan

Whats New
Ini Kriteria Frozen Food yang Wajib Punya Izin Edar BPOM

Ini Kriteria Frozen Food yang Wajib Punya Izin Edar BPOM

Whats New
Kemenkop UKM dan Polri Koordinasi Terkait Perizinan Makanan Beku oleh Pebisnis Rumahan

Kemenkop UKM dan Polri Koordinasi Terkait Perizinan Makanan Beku oleh Pebisnis Rumahan

Whats New
Resah Ada Eksportir Nakal, Petani Sarang Walet Minta Pemerintah Tegas

Resah Ada Eksportir Nakal, Petani Sarang Walet Minta Pemerintah Tegas

Whats New
Nasabah Tak Bayar Utang Bisa Hentikan Kemampuan Finansial Pinjol Ilegal

Nasabah Tak Bayar Utang Bisa Hentikan Kemampuan Finansial Pinjol Ilegal

Whats New
Soal Izin Edar 'Frozen Food', Asosiasi UMKM Soroti Koordinasi Pemerintah dengan Kepolisian

Soal Izin Edar "Frozen Food", Asosiasi UMKM Soroti Koordinasi Pemerintah dengan Kepolisian

Whats New
Krisis Energi, Satu Lagi Perusahaan Pengecer Listrik Singapura Tumbang

Krisis Energi, Satu Lagi Perusahaan Pengecer Listrik Singapura Tumbang

Whats New
SKD CPNS 2021 di Luar Negeri Digelar 26-28 Oktober, Ini Syaratnya

SKD CPNS 2021 di Luar Negeri Digelar 26-28 Oktober, Ini Syaratnya

Whats New
Dukung Pemulihan Ekonomi, BI Perpanjang DP 0 Persen Kendaraan dan Properti

Dukung Pemulihan Ekonomi, BI Perpanjang DP 0 Persen Kendaraan dan Properti

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.