Apa Itu Komunis: Definisi, Ciri, Sistem Ekonomi, dan Contoh Negara

Kompas.com - 19/07/2021, 09:34 WIB
Petugas keamanan China berjaga-jaga di Lapangan Tiananmen, apa itu komunis, komunis adalah, negara komunis adalah, arti komunis. Jumat (28/2/2014). AFPPetugas keamanan China berjaga-jaga di Lapangan Tiananmen, apa itu komunis, komunis adalah, negara komunis adalah, arti komunis. Jumat (28/2/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komunis adalah istilah yang barangkali sudah tak asing lagi di telinga. Arti komunis sendiri seringkali dikaitkan dengan sosialisme. Lalu apa itu komunis?

Dikutip dari Investopedia, komunis adalah ideologi ekonomi dan politik yang menerapkan sistem tanpa kelas, di mana alat produksi dimiliki secara komunal yang diatur oleh negara.

Dalam arti komunis, kepemilikan alat produksi secara pribadi tidak ada atau sangat dibatasi. Dengan kata lain, negara komunis adalah negara yang menjalankan sistem komunal atau kepemilikan bersama dalam kepemilikan alat produksi.

Alat produksi di sini adalah seperti lahan pertanina, lahan perkebunan, mesin industri, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Baca juga: Berapa Jumlah BUMN di China dan Mengapa Mereka Begitu Perkasa?

Komunisme juga adalah kondisi di mana harga barang, upah buruh, dan jumlah produksi diatur oleh negara.

Namun demikian saat ini, dari sisi ekonomi, bisa dikatakan tak ada negara yang benar-benar secara ketat menerapkan ekonomi komunis. Komunis kini lebih identik dengan ideologi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejarah ideologi komunis modern dipopulerkan oleh Karl Marx dalam bukunya Manifesto Komunis. Tokoh komunis lainnya yakni Friedrich Engels, di mana keduanya menolak sistem masyarakat kelas.

Ide Manifesto Komunis berasal dari Revolusi Perancis. Di mana saat itu kaum bangsawan atau borjuis mengendalikan ekonomi dan alat-alat produksi.

Baca juga: Mao Zedong dan Pengalaman Kelam Penerapan Ekonomi Komunis China

Kaum atas diuntungkan dengan sistem feodal karena menguasai tanah pertanian yang luas, sementara rakyat bawah hanya menjadi petani penggarap yang dibebani biaya sewa dan pajak.

Revolusi Perancis menandai perlawanan rakyat petani dan buruh, kelompok ini kemudian disebut sebagai proletariat, angkat senjata melawan kaum kelas atas atau borjuis.

Dalam bukunya, Karl Marx mengidamkan negara yang ideal adalah negara tanpa kelas dan bisa diterapkan secara menyeluruh di seluruh dunia.

Tahap akhir dari tujuan komunis adalah keseimbangan sosial masyarakat hidup tanpa perbedaan kelas dan kepemilikan properti secara pribadi.

Baca juga: Mengenal Eigendom, Bukti Kepemilikan Tanah Warisan Belanda

Ide Karl Marx ini pula yang menginspirasi Lenin dan Stalin dalam perjuangan tanpa kelas di Rusia. Mereka menginisiasi Revolusi Bolshevic yang menggulingkan penguasa Kekaisaran Rusia atau Tsar.

Vladimir Ilich Lenin dan Josep Stalin kemudian mendirikan Uni Soviet. Uni Soviet adalah negara pertama yang menerapkan ide-ide komunis Karl Marx.

Komunis di China

Ide komunisme Karl Marx juga menginspirasi Mau Zedong dalam mendirikan Republik Rakyat China. Dalam program yang dinamakan Lompatan Jauh ke Depan, Mao menerapkan sistem tanpa kelas.

Ia melakukan reforma agraria, di mana tanah-tanah yang sebelumnya dikuasai tuan tanah direbut oleh negara untuk kemudian dibagikan merata kepada petani.

Baca juga: Mengapa Pemerintah Hindia Belanda Melaksanakan Tanam Paksa?

Mao juga menerapkan revolusi industri, di mana semua alat-alat produksi adalah milik negara. Pemerintah komunis juga memobilisasi para petani pedesaan untuk bekerja di pabrik untuk negara.

Sementara untuk pemenuhan kebutuhan pokok rakyatnya, Mao mendirikan komune. Namun sistem ini justru mengalami kegagalan setelah terjadi kelaparan besar yang melanda negeri.

Beberapa penyebabnya antara lain yang petani yang dipaksa bekerja di pabrik sehingga banyak lahan terlantar, kebijakan pembasmian burung pipit, hingga konflik berkepanjangan akibat kebijakan Revolusi Kebudayaan.

Setelah kematian Mao, Deng Xiaoping memperkenalkan sistem ekonomi yang lebih bebas. Namun meski sudah menerapkan ekonomi pasar, sistem komunis adalah masih banyak diterapkan.

Seperti banyaknya perusahaan yang kepemilikannya masih dikuasi negara. Banyaknya BUMN di China ini justru jadi pendorong ekonomi terbesar negara itu.

Baca juga: Ironi Gula, Eksportir Era Hindia Belanda, Jadi Importir Usai Merdeka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.