Batal Ke AS untuk Promosi Kuliner, Sandiaga Uno Utus Delegasi dan Minta Bantuan Anak

Kompas.com - 19/07/2021, 17:15 WIB
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam acara Wisuda XX UMN yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 10 Juli 2021. DOK. UMNSandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam acara Wisuda XX UMN yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 10 Juli 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno membatalkan kunjungan kerja ke AS untuk promosi pariwisata ‘Spice Up The World’ sebagai ajang promosi kuliner Indonesia.

Alasan Sandiaga tidak ikut dalam rombongan, lantaran situasi PPKM Darurat dan kondisi dalam negeri yang masih membutuhkan dukungan dari pemerintah. Oleh sebab itu, Sandiaga mengutus delegasi Kemenparekraf untuk hadir.

“Keputusan kami untuk tidak hadir secara disik tidak mengurangi efektivitas dari program ini. Walaupun sudah mendapat izin dari pimpinan, saya memutuskan utnuk tidak berangkat, tapi mengikuti kegiatan secara hybrid,” ungkap Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Penikmat Wisata dan Seni, Coba Lamar Formasi CPNS Ini di Kementerian Parekraf

Tak hanya mengutus delegasi saja, anak kedua Sandiaga yang baru saja menyelesaikan studinya, Amyra Atheefa juga ikut serta membantu menyukseskan acara tersebut.

Sandiaga menugaskan puterinya untuk membantu mempromosikan kuliner Indonesia kepada teman-temannya.

“Anak saya (Amyra) baru lulus, dan dia ada di New York untuk mencari pekerjaan. Sebelum itu, 1-2 minggu saya minta dia untuk bantu delegasi sebagai tim woro-woro dan promosi menggaungkan ke anak-anak milenial Indonesia, serta teman-teman dia di New York,” ujar Sandiaga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sandiaga mengungkapkan ‘Spice Up The World’ merupakan ajang promosi kuliner yang turut membantu pelaku ekonomi kreatif yang saat ini tengah mengalami tekanan.

Dia bilang, pelaku ekonomi kreatif membutuhkan pasar luar negeri juga dalam mempromosikan rempah yang dihasilkan.

Baca juga: Sandiaga Uno: Wisata Berbasis Vaksin Bantu Percepatan Vaksinasi Covid-19

“Rempah memiliki peluang untuk berkembang. Ada dua opsi yang bisa saya ambil, ditunda atau beradaptasi. Adaptasi yang saya ambil ini adalah Langkah untuk memastikan pemulihan ekonomi kita yang tertunda,” jelas dia.

Menurut Sandiaga, AS memiliki peluang 20 sampai 25 persen dari pasar ekspor rempah-rempah dan yang menjadi peluang besar adalah usaha restoran. Hal ini juga didukung oleh populasi yang juga besar, sehingga dengan pemulihan ekonomi di AS diharapakn daya beli juga bisa meningkat.

“Pasca-pandemi Covid-19, ekonomi AS mulai kembali bergerak setelah vaksinasi yang dijalankan secara massif. Dalam kordinasi kami dengan Konjen RI, ada 100 hingga 150 restoran yang bisa berpartisipasi dalam program 4.000 resroran, AS ini populasinya besar dan daya belinya sudah kembali, jadi baik untuk ekspor rempah, kita akan gunakan restoran sebagai pengumpan,” jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.