Sandiaga Uno: Penertiban UMKM Saat PPKM Darurat Harus Humanis

Kompas.com - 19/07/2021, 20:02 WIB
Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam acara Wisuda XX UMN yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 10 Juli 2021. DOK. UMNSandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam acara Wisuda XX UMN yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu, 10 Juli 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengimbau agar penertiban UMKM di masa PPKM Darurat dilakukan secara humanis.

Hal ini menurut dia, karena pelaku usaha tidak memiliki pilihan lain, sementara kebutuhan hidup harus terpenuhi.

“UMKM saat ini tidak punya pilihan lain untuk tetap berjualan di masa PPKM darurat, saya mengarahkan dan berkordinasi dengan teman-teman agar penertiban dilakukan secara humanis,” kata Sandiaga dalam Weekly Press Briefing, Senin (19/7/2021).

Baca juga: Cara Cek Daftar Penerima BLT UMKM di Eform BRI Tahap 3

Menurut dia, jika penertiban yang dilakukan hanya dengan menyuruh pelaku usaha pulang, tidak akan memberikan solusi. Ia memberi saran, jika penyaluran bantuan sosial dilakukan di tempat, akan terlihat lebih manusiawi.

Sandiaga juga sudah berkordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta dan beberapa daerah lainnya untuk lebih mengedepankan sikap humanis.

“Saya sudah berkoordinasi dengan pak gubernur DKI dan beberapa daerah. Kita ganti, nanti satpol PP datang bawa bantuan dan memohon dengan pendekatan humanis agar pelaku UMKM tidak berkegiatan, dan memberi bantuan seperti obat-obatan, sembako dan sebagainya,” jelas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di sisi lain, Sandiaga terus berupaya mendorong bantuan ekonomi melalui kebijakan yang berpihak kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif melalui program kolaborasi untuk pemulihan ekonomi nasional.

Sebagian program yang sudah mulai aktivasi adalah program restrukturisasi kewajiban perbankan, program penjaminan kredit usaha, KUR, dan kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan UKM untuk penyaluran BPUM.

Baca juga: Soal Wacana Perpanjangan PPKM Darurat, Ini Kata Pengusaha Hotel dan Restoran

“Kita terinspirasi oleh BPUM ini, kita akan melakukan modifikasi salah satu kebijakan kita untuk menghadirkan bantuan pemerintah kepada sektor pariwisata,” jelas Sandiaga.

Sandiaga mengungkapkan, saat ini pagu anggaran untuk program PEN jumlahnya Rp 2,4 triliun, dan saat ini tengah dalam proses finalisasi dalam berbagai program, seperti Bangga Bautan Indonesia, program khusus subsektor film, dan relokasi untuk penanganan kesehatan, ekonomi dan sosial masyarakat.

“Kami juga dorong pelaku pariwisata untuk memanfaatkan program yang telah kami persiapkan agar tingkat serapannya juga baik dan mereka bisa berbenah selagi kita menghadapi PPKM darurat ini,” jelas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.