KILAS

Kebijakan Keberlanjutan ANJ: ”Road to Net Zero”

Kompas.com - 19/07/2021, 20:14 WIB
Penampakan area konservasi PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS). Penampakan area konservasi PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS).

Net-zero adalah netralitas karbon yang mengacu pada pencapaian emisi karbon dioksida netto-nol. Adapun carbon sequestration merupakan penangkapan dan penyimpanan karbon dioksida dari atmosfer dalam jangka waktu yang lama, sedangkan carbon sink adalah penyerap karbon untuk waktu tidak terbatas.

Untuk mitigasi, lanjut Geetha, ANJ melakukan pengairan guna menjaga kelembaban tanah. Salah satunya melalui pembangunan resapan air atau waduk sehingga saat hujan bisa dipakai untuk pengolahan buah dan disalurkan untuk perkebunan.

Baca juga: Menilik Potensi IPO Sektor Sawit Sepanjang 2021

Geetha mengatakan, sumber daya alam akan menjadi isu dalam risiko bisnis. Oleh karenanya, dia memastikan ANJ memastikan sumber daya air yang dipakai berkelanjutan.

Selain itu, ANJ sebagai perusahaan yang rantai pasoknya panjang juga memiliki konsekuensi dampak lingkungan. Ini seperti penggunaan peralatan atau obat-obatan untuk keperluan perkebunan yang perlu diimpor.

Maka dari itu, Geetha menegaskan, ANJ memastikan telah memasukkan pihak rantai pasok untuk mengikuti kebijakan keberlanjutan melalui sosialisasi dan edukasi.

“Kami ingin mereka bergabung dengan kami dalam sustainability journey untuk mencapai tujuan keberlanjutan,” ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Geetha juga mengatakan, dalam kontrak dengan pihak rantai pasok, ANJ sudah menyosialisasikan kebijakan keberlanjutan dan mengedukasi mereka untuk mengurangi jejak karbon.

Baca juga: Sektor Sawit Serap Tenaga Kerja dalam Jumlah Signifikan

“Kami memberi edukasi tentang perubahan iklim, pemakaian solar, dan apa yang harus mereka lakukan sebagai mitra kami yang bertanggung jawab untuk ANJ,” tegasnya.

Lebih lanjut, sebagai bisnis yang menyumbang gas rumah kaca (GRK) secara signifikan, ANJ mengimplementasikan beberapa proyek pengurangan GRK, seperti pengomposan, fertigasi, penggunaan pupuk organik, dan mengurangi penggunaan pupuk nitrogen.

“Kami menangkap gas metana dari limbah cair pabrik kelapa sawit dengan methane capture plant dan mengubahnya jadi listrik. Kami juga melindungi hutan konservasi di wilayah operasi kami, seperti yang kami lakukan di Belitung, Papua Barat, Sumatera Utara dan Kalimantan Barat,” jelasnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.