Covid Varian Baru Merebak, Aksi Jual Besar-besaran Melanda Wall Street

Kompas.com - 20/07/2021, 07:03 WIB
Ilustrasi New York Stock Exchange Thinkstockphotos.comIlustrasi New York Stock Exchange

JAKARTA, KOMPAS.comWall Street ambles pada penutupan perdagangan kali ini. Indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq mengalami penurunan persentase satu hari terbesar sejak pertengahan Mei. Sedangkan bagi indeks Dow Jones, sesi ini menjadi hari terburuk dalam hampir sembilan bulan.

Senin (19/7/2021) atau Selasa pagi (20/7/2021) waktu Indonesia, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup anjlok 725,81 poin atau 2,09 persen menjadi 33.962,04, indeks S&P 500 ambles 68,67 poin atau 1,59 persen menjadi 4.258,49 dan indeks Nasdaq Composite turun 152,25 poin atau 1,06 persen menjadi 14.274,98.

Semua sektor utama di S&P 500 ditutup di wilayah negatif. Di mana, saham sektor energi yang terbebani oleh jatuhnya harga minyak mentah, turun 3,6 persen, hari terburuk sejak Maret.

Baca juga: Perusahaan Voucher Diskon Digital ini Bakal Melantai di Bursa Saham

Sementara itu, saham sektor perjalanan dan hiburan jatuh, dengan indeks S&P 1500 Airline koreksi 3,8 persen dan indeks S&P 1500 Hotel and Restaurant tertekan 2,7 persen.

Indeks Volatilitas CBOE, ukuran kecemasan investor, naik 4,1 poin menjadi 22,50, level penutupan tertinggi dalam dua bulan.

Tekanan pada bursa saham Amerika Serikat (AS) datang karena kekhawatiran terkait lonjakan infeksi varian Delta yang akhirnya memicu aksi jual luas di awal pekan ini. Investor pun berfikir akan ada penutupan baru yang membuat pemulihan ekonomi yang berlarut-larut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sentimen risk-off juga membuat imbal hasil obligasi AS merosot. Hal ini membuat harga saham perbankan yang sensitif terhadap suku bunga melorot. Buktinya, indeks S&P 500 Banks turun 3,3 persen.

"Sebagian besar terkait dengan Delta (varian)," kata Paul Nolte, Portfolio Manager Kingsview Asset Management di Chicago.

"Ada beberapa kekhawatiran juga bahwa mungkin ekonomi tidak akan terbuka secepat yang dipikirkan semua orang, dan ledakan besar ekonomi yang diharapkan semua orang akan lebih merupakan kenaikan tipis dibandingkan lonjakan tajam," tambah Nolte.

Varian Delta yang sangat menular, sekarang menjadi jenis dominan di seluruh dunia, telah menyebabkan lonjakan infeksi dan kematian baru. Hal tersebut, mayoritas terjadi di antara orang yang tidak divaksinasi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.