Semester I 2021, Arus Barang di Pelabuhan Pelindo III Tumbuh 7 Persen

Kompas.com - 20/07/2021, 12:52 WIB
Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang merupakan kelolaan Pelindo III dok Pelindo IIIPelabuhan Tanjung Emas Semarang yang merupakan kelolaan Pelindo III

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelindo III (Persero) mencatat aktivitas distribusi logistik perlahan membaik di semester I 2021 di lingkungan pelabuhan yang dikelola oleh perseroan.

VP Corporate Communication Pelindo III Suryo Khasabu menyebut pertumbuhan arus kapal dan barang di lingkungan perseroan berkisar pada angka 6-7 persen.

Dia menyebut arus kapal misalnya, pada periode semester 1 2021 tercatat sebanyak 38.534 unit sementara di tahun 2020 tercatat sebanyak 36.384 unit.

Baca juga: Askrindo Jamin Aset Pelindo III Senilai Rp 19 Triliun

“Arus kapal secara satuan unit di semester 1 tahun 2021 ini tumbuh 6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sementara untuk satuan gross tonnage (GT) mengalami pertumbuhan 7 persen dari 147,5 juta GT di tahun 2020 menjadi 157,9 juta GT di tahun 2021,” jelasnya dalam keterangan resmi, Selasa (20/07/2021).

Pertumbuhan arus kapal dipengaruhi oleh adanya peningkatan arus kapal general cargo dalam negeri dan curah kering baik domestik maupun internasioal pada Pelabuhan Gresik. Peningkatan arus kapal juga terjadi pada kegiatan kapal Ro-Ro di Pelabuhan Lembar.

Selanjutnya, Pelindo III mencatat pertumbuhan pada arus petikemas domestik sebesar 10 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Arus petikemas domestik di terminal Pelindo III mencapai 1,54 juta TEUs atau lebih tinggi dari periode semester 1 tahun 2020 yang tercatat sebanyak 1,39 juta TEUs. Hal itu berbanding terbalik dengan arus petikemas internasional yang tidak mengalami pertumbuhan.

Arus petikemas internasional semester 1 tahun 2020 dan tahun 2021 tercatat sebanyak 1,07 juta TEUs.

“Secara keseluruhan arus petikemas di Pelindo III semester ini sebanyak 2,61 juta TEUs, tahun 2020 lalu sebanyak 2,47 juta TEUs, naik sekitar 6 persen,” tambah Suryo.

Pertumbuhan petikemas dipengaruhi oleh mulai pulihnya arus perdagangan barang melalui petikemas domestik. Sejumlah pelabuhan di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan baik kegiatan bongkar maupun muat.

Baca juga: Garap Proyek di Pelabuhan Benoa dan Banyuwangi, Pelindo III Gandeng Swasta

Pertumbuhan arus petikemas juga terjadi di anak perusahaan yakni Terminal Teluk Lamong dan Berlian Jasa Terminal Indonesia, kedua terminal tersebut melayani petikemas domestik. Sementara untuk Terminal Petikemas Surabaya mencatat penurunan arus petikemas internasional.

“Untuk barang non-petikemas, Pelindo III mencatat arus barang sebanyak 25,4 juta ton untuk curah cair dan curah kering, 1,2 juta M3 untuk general cargo, 4,8 juta MBBTU untuk distribusi gas, dan 331 ribu unit pada kegiatan kapal Ro-Ro. Selain itu, arus penumpang tercatat sebanyak 843 ribu orang dan arus hewan sebanyak 50 ribu ekor,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.