Kemenperin Sebut Nilai Ekspor Industri Pengolahan Naik 33,45 Persen

Kompas.com - 20/07/2021, 14:03 WIB
Ilustrasi ekspor dan impor. SHUTTERSTOCKIlustrasi ekspor dan impor.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyampaikan bahwa industri pengolahan terus menunjukkan kinerja positif dengan meningkatnya capaian ekspor di tengah tahun pertama 2021.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut nilai ekspor sektor industri pengolahan mencapai 81,07 miliar dollar AS pada periode Januari-Juni 2021, atau naik 33,45 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya atau secara tahunan (yoy).

Pada kuartal I-2021, industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar hingga 78,80 persen dari total ekspor nasional yang mencapai 102,87 miliar dollar AS.

Sementara itu berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di tengah tekanan pandemi, ekspor industri pengolahan pada Juni 2021 yang mencapai 14,08 miliar dollar AS, naik 9,7 persen dari bulan Mei 2021 yang hanya 12,83 miliar dollar AS.

Peningkatan ekspor ini diharapkan turut mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Pemerintah terus berupaya agar sektor industri dapat terus produktif dan berdaya saing, untuk dapat memenuhi permintaan pasar serta berkontribusi meringankan dampak pandemi terhadap perekonomian,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melalui siaran resminya, dikutip Kompas.com, Selasa (20/7/221).

Baca juga: Telanjur Terjerat Pinjol Ilegal, Lakukan 5 Langkah Ini

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara capaian ekspor sektor industri pengolahan pada Juni 2021 sebesar 14,08 miliar dollar AS. Kemenperin mengatakan capaian ekspor tersebut yang berkontribusi 75,91 persen terhadap total ekspor nasional yang mencapai 18,55 miliar dollar AS.

“Proporsi ekspor yang besar dari sektor industri pengolahan menunjukkan pergeseran ekspor Indonesia dari komoditas primer ke produk manufaktur yang punya nilai tambah tinggi," kata Menperin.

Menperin menyebut sektor industri manufaktur dengan kinerja ekspor yang mendominasi ekspor di bulan Juni 2021 antara lain industri besi dan baja dengan nilai 1,99 miliar dollar AS, lemak dan minyak hewan/nabati 1,89 miliar dollar AS, mesin dan perlengkapan elektrik 1 miliar dollar AS, kendaraan dan bagiannya 734,6 juta dollar AS, serta karet dan barang dari karet 605 juta dollar AS.

Agus mengatakan, semakin membaiknya kinerja ekspor membuat neraca perdagangan Indonesia surplus 11,86 miliar dollar AS pada semester I-2021.

“Dengan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kompeten, hilirisasi di sektor industri perlu terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah tinggi dengan peluang pasar ekspor yang besar,” kata Menperin.

Ia menyampaikan, strategi peningkatan ekspor dilakukan dengan memperluas pasar, termasuk ke negara-negara tujuan nontradisional, seperti Afrika, Asia Selatan, dan Eropa Timur.

Selain itu, kerja sama ekonomi komprehensif serta perjanjian perdagangan bilateral dan regional perlu dioptimalkan meningkatkan akses pasar produk industri nasional.

Baca juga: PLN Perpanjang Promo Tambah Daya Listrik hingga 31 Juli 2021

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.