Pengelola Mal: Kondisi 2021 Jauh Lebih Berat Dibandingkan 2020

Kompas.com - 21/07/2021, 13:33 WIB
ILustrasi pusat perbelanjaan KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUMILustrasi pusat perbelanjaan
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pusat perbelanjaan saat ini dalam kondisi cukup gelagapan.

Bahkan kata Alphonzus, kondisi pusat perbelanjaan pada 2021 lebih berat dibandingkan dengan tahun 2020.

"Saat ini kondisinya cukup berat memasuki 2021, cukup dalam, kondisinya jauh lebih berat dari 2020," ujarnya saat Press Conference Wacana Pengenaan Pelarangan Beroperasi Bagi Sektor Industri Manufaktur Selama PPKM Mikro Darurat yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (21/7/2021).

"Karena 2020 saat itu pusat belanja masih memiliki dana cadangan, sehingga masih mampu bertahan dengan dana itu. Dana itu habis terkuras di 2020 sehingga memasuki 2021 tidak memiliki dana cadangan lagi," sambung Alphonzus.

Bahkan hingga saat ini, kata Alphonzus, kondisi dana cadangan pusat perbelanjaan dalam kondisi defisit.

Baca juga: Pernah Galau karena Kena PHK, Ini Resep Sandiaga Uno Mampu Bangkit

Ia mengatakan, keuangan pengelola mal akan semakin tertekan menyusul diperpanjangnya PPKM Darurat hingga 25 Juni 2021.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Oleh sebab itu, Alphonzus meminta pemerintah untuk memberikan beberapa insentif baik kepada karyawan hingga kepada penyewa toko, lantaran pihaknya masih harus membayarkan tanggung jawabnya, sementara kondisi masih belum stabil.

"Contoh, listrik itu kami tetap harus bayar. Lalu gas PGN, restoran tutup tapi harus bayar karena dikenakan biaya minimum. Jadi kami harus tetap bayar meskipun tutup. Ini yang kami harapkan dari pemerintah biar bisa ringankan, sementara kami tidak diperkenankan untuk operasi," kata Alphonzus.

Selain itu, Alphonzus juga meminta pemerintah untuk memberikan subsidi gaji sebesar 50 persen kepada karyawan.

Dia menegaskan, subsidi ini jangan diberikan melalui pihak pengelola mal, namun harus diberikan langsung ke pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan atau mekanisme lainnya.

"Karena pusat perbelanjaan ini sama sekali tidak bisa beroperasi sama sekali. Tutup dan beban gaji ini sangat berat," ucap Alphonzus.

Baca juga: Perpanjangan PPKM Darurat Harus Dibarengi Penyaluran Bansos

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.