Alasan di Balik Permintaan Maaf Luhut Soal PPKM Darurat Belum Optimal

Kompas.com - 21/07/2021, 14:08 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021). Rapat tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2022 dan rencana kerja Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.
Aprillio AkbarMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/6/2021). Rapat tersebut membahas Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA K/L) dalam RAPBN Tahun Anggaran 2022 dan rencana kerja Kementerian/Lembaga (K/L) tahun 2022. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan alasan di balik permintaan maafnya kepada masyarakat terkait penanganan pandemi Covid-19 di masa PPKM Darurat.

Luhut bilang, sebagai Koordinator PPKM Darurat Jawa-Bali, dirinya memiliki tanggung jawab berat dalam menekan lonjakan kasus Covid-19. Untuk menjalankannya tentu bukanlah perkara yang mudah.

"Saya pikir enggak gampang, ada tanggung jawab moral dari saya, kok belum bisa dihentikan seperti ini, walaupun saya paham tidak sesederhana itu menghentikannya, tapi tetap saja ada kegalauan itu," ungkapnya dalam acara B-Talk Kompas TV, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Aturan PPKM Level 3-4: Makan dan Minum di Kafe Masih Dilarang

Ia mengatakan, penanganan pandemi tidaklah mudah, terlebih terdapat varian Delta yang tingkat penularannya 7 kali lebih tinggi dari varian lainnya. Sehingga kata Luhut, dirinya merasa sedih ketika ada pihak-pihak yang dengan mudahnya mengkritik upaya yang tengah dilakukan pemerintah.

"Sekarang ini kalau lihat orang terlalu menggampangkan mengkritik, itu saya sedih saja. Kamu enggak tahu betapa sulitnya mengatasi keadaan ini," ungkapnya.

Luhut mengungkapkan, seiring dengan upaya pemerintah menekan kasus Covid-19, masih terdapat masyarakat yang abai terhadap protokol kesehatan. Padahal, disiplin menjalankan protokol kesehatan merupakan kunci utama menghadapi pandemi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut dia, masyarakat sering kali berpikir sederhana bahwa sudah cukup hanya dengan menggunakan masker. Namun itu saja tak cukup, mengingat tingginya tingkat penularan dari varian Delta.

"Mungkin masyarakat kita sekarang ini sederhana berpikir, sudah pakai masker saja, padahal yah bagaimana transmisi dari Covid-19 ini luar biasa. Jadi sebenarnya itu saja kesedihan saya," kata dia.

Baca juga: Cara Cek Daftar Penerima BLT UMKM di Eform BRI Tahap 3

Luhut mengatakan, dalam mengambil kebijakan penanganan pandemi, pemerintah mendengarkan pendapat dan masukan dari banyak pihak, terutama dari para ahli yang terkait masalah ini. Ia bilang, pendapat dari para epidemiolog hingga kondisi pedagang kaki lima selalu dipertimbangkan.

"Kami dengarkan semua ahli. Jadi kalau ada orang yang bilang Luhut itu bukan epidemiolog, memang betul bukan. Tapi saya dengarkan dewan guru besar dari Fakultas Kedokteran UI, saya tanya semua, ini kan untuk kepentingan nasional," ujar Luhut.

Oleh sebab itu, ia tidak ingin kondisi saat ini dan upaya yang tengah dilakukan pemerintah untuk menangani pandemi Covid-10 malah dipolitisasi.

"Dari hati saya yang paling dalam ini masalah kemanusiaan, enggak boleh kita main-main, jangan dipolitisasi. Saya bilang kalau mau berpolitik, nanti berpolitik sana silahkan, saya enggak main politik," katanya.

Baca juga: PPKM Darurat Berubah Jadi PPKM Level 3-4, Cek Syarat Terbaru Bepergian

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.