Pemerintah Diminta Gelontorkan Subsidi Upah 50 Persen dari Gaji bagi Karyawan Mal

Kompas.com - 21/07/2021, 15:37 WIB
Ilustrasi pusat perbelanjaan FREEPIK/Dashu83Ilustrasi pusat perbelanjaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) meminta pemerintah untuk mau memberikan stimulasi sebesar 50 persen dari gaji untuk diberikan kepada karyawan mal.

Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( APPBI ) Alphonzus Widjaja mengatakan, dengan adanya stimulus ini para karyawan bisa bertahan hidup meski dirumahkan lantaran adanya kebijakan PPKM darurat yang mengharuskan mal untuk ditutup.

"Kami meminta kepada pemerintah untuk memberikan subsidi atas upah pekerja sebesar 50 persen. Kalau gaji seorang pegawai Rp 3 juta per bulan, maka pemerintah memberikan 50 persen di angka Rp 1,5 juta," ujarnya saat Press Conference Wacana Pengenaan Pelarangan Beroperasi Bagi Sektor Industri Manufaktur Selama PPKM Mikro Darurat yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat Diganti Jadi PPKM Level 4, Apa Itu?

Alphonzus menyarankan agar insentif ini jangan diberikan melalui perusahaan atau pihak pengelola mal. Namun, sebaiknya bantuan ini diberikan secara langsung melalui skema BPJS Ketenagakerjaan atau mekanisme lainnya.

Dia berharap insentif ini bukan hanya sebagai modal untuk bertahan saja. Namun diharapkan juga bisa mengurangi potensi adanya pemecatan atau PHK.

Selain itu, Alphonzus juga mengatakan, sektor industri pusat belanja saat ini dalam kondisi cukup gelagapan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kabar Baik, BLT Subsidi Gaji Bakal Ada Lagi Tahun Ini

Dia menyatakan, kondisi pusat belanja memasuki 2021 cukup lebih dalam dan lebih berat, jika dibandingkan dengan tahun 2020 ketika pandemi baru-baru mewabah.

"Saat ini kondisinya cukup berat memasuki 2021, cukup dalam, kondisinya jauh lebih berat dari 2020. Karena 2020 saat itu pusat belanja masih memiliki dana cadangan, sehingga masih mampu bertahan dengan dana itu. Dana itu habis terkuras 2020 sehingga memasuki 2021 tidak memiliki dana cadangan lagi," kata Alphonzus.

Baca juga: Memahami Kalimat Jokowi Ketika Umumkan Perpanjangan PPKM Darurat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.