Mobilitas Masyarakat Turun Hingga 86 Persen Selama PPKM Darurat

Kompas.com - 21/07/2021, 19:23 WIB
Warga mengendarai motor melintasi di Pos Penyekatan Mobilitas Masyarakat pada PPKM Darurat di Jalan Raya Bogor, Jakarta, Selasa (20/7/2021). Mobilitas warga di kawasan aglomerasi terpantau lebih rendah dibandingkan di hari biasa masa PPKM Darurat menyusul himbauan Menteri Agama untuk membatasi aktivitas warga untuk bepergian atau mudik pada Hari Raya Idul Adha. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc. ANTARA FOTO/Indrianto Eko SuwarsoWarga mengendarai motor melintasi di Pos Penyekatan Mobilitas Masyarakat pada PPKM Darurat di Jalan Raya Bogor, Jakarta, Selasa (20/7/2021). Mobilitas warga di kawasan aglomerasi terpantau lebih rendah dibandingkan di hari biasa masa PPKM Darurat menyusul himbauan Menteri Agama untuk membatasi aktivitas warga untuk bepergian atau mudik pada Hari Raya Idul Adha. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat penurunan mobilitas masyarakat yang signifikan pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati mengatakan, pada masa penerapan PPKM Darurat terjadi penurunan mobilitas masyarakat, yakni antara 30 persen hingga 86 persen.

“Jika dibandingkan mobilitas masyarakat sebelum adanya SE Satgas 14 dan 15, terjadi penurunan yang cukup signifikan di semua moda transportasi baik di darat untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum, laut, udara, dan kereta api,” tutur Adita dalam keterangan tertulis, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Kemenhub: Mobilitas Masyarakat dengan Transportasi Udara Turun 70 Persen Selama PPKM Darurat

Untuk transportasi udara, jumlah pergerakan penumpang harian di wilayah Jawa dan Bali penurunannya mencapai 80,8 persen, dari rata-rata sekitar 61.000 pergerakan penumpang per hari menjadi sekitar 11.000 pergerakan penumpang per hari.

Sementara untuk pergerakan penumpang di wilayah luar Jawa dan Bali, penurunannya mencapai 74,5 persen, dari rata-rata sekitar 63.000 pergerakan penumpang menjadi sekitar 16.000 pergerakan penumpang.

Secara keseluruhan, dari 51 bandara yang dipantau tercatat penurunannya mencapai 77,6 persen, dari rata-rata sekitar 124.000 pergerakan penumpang per hari menjadi sekitar 27.000 pergerakan penumpang per hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk moda transportasi kereta api (KA), jumlah pergerakan penumpang harian KA antarkota penurunannya mencapai 77 persen, dari sekitar 27.000 pergerakan penumpang menjadi sekitar 6.000 pergerakan penumpang.

Sementara untuk pergerakan penumpang harian KA Perkotaan (non KRL Jabodetabek) penurunannya mencapai 86 persen, dari sekitar 42.000 pergerakan penumpang menjadi 5.000 pergerakan penumpang.

Baca juga: Update Aturan Perjalanan di Masa Perpanjangan PPKM

Lalu untuk pergerakan penumpang harian KRL Jabodetabek penurunannya mencapai 56 persen, dari sekitar 330.000 pergerakan penumpang menjadi 145.000 pergerakan penumpang.

Untuk moda transportasi darat, pergerakan penumpang Bus harian yang berangkat di 31 Terminal Tipe A penurunannya mencapai 42,36 persen.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.