PPKM Level 4 Diperpanjang, IKAPPI Minta Insentif dan Masker Gratis

Kompas.com - 26/07/2021, 12:18 WIB
Salah satu pasar tradisional di Tarakan. DOK. GrabSalah satu pasar tradisional di Tarakan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah resmi memperpanjang PPKM level 4 hingga 2 Agustus 2021.

Dalam kebijakan tersebut diatur bahwa pasar tradisional untuk kebutuhan pokok tetap diizinkan seperti biasa.

Sementara pasar tradisional yang menjual selain kebutuhan pokok hanya diizinkan buka hingga pukul 15.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) merespon baik akan kebijakan ini hanya saja dengan beberapa catatan.

Baca juga: PPKM Level Diperpanjang, Pedagang Pasar Minta Pemerintah Percepat Bantuan dan Vaksinasi

Ketua DPP Ikappi Abdullah Mansuri mengatakan, salah satu catatannya adalah meminta pemerintah daerah untuk tidak sewenang-wenangnya memberlakukan kebijakan ini di daerah masing-masing.

"Kami meminta agar pemerintah daerah tidak “balelo” atau tidak sewenang-wenangnya terhadap kebijakan masing-masing daerah yang sudah diarahkan oleh presiden. Artinya pembukaan pasar tradisional harus menyeluruh walau bukan pedagang yang menjual bahan pokok tetap harus dibuka dengan protokol kesehatan dan ketetapan jam operasional," ujar Abdullah kepada Kompas.com, Senin (26/7/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk insentif, Ikappi meminta kepada pemerintah pusat atau daerah untuk melakukan pendataan kepada para pedagang untuk diberikan insentif.

"Pedagang-pedagang yang sangat membutuhkan agar mendapat insentif atau mendapat penambahan modal karena kondisi yang terpuruk selama beberapa bulan terakhir," ungkap Abdullah.

Selain itu, Ikappi meminta kepada pemerintah daerah untuk gencar melakukan pembagian masker.

Baca juga: Rincian Aturan PPKM Level 4 dan Bedanya dengan PPKM Level 3

Sebab, menurut dia, bagaimanapun kondisi pedagang cukup sulit untuk harus membeli masker dan menggunakan setiap hari berganti.

Ikappi juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memperkuat protokol kesehatan dengan mengecek kembali tempat pencuci tangan, sabun dan perlengkapan lain.

"Ini yang perlu dilakukan, kami minta pemerintah daerah gencar melakukan sosialisasi penggunaan masker dan sekaligus melakukan protokol kesehatan sebagaimana yang diarahkan oleh bapak Presiden," ungkap Abdullah.

"Kami berharap agar kebijakan ini dilakukan dengan serius dan dijalankan agar perputaran ekonomi daerah agar pulih dan pasar tradisional kembali menjadi tempat transaksi yang nyaman untuk masyarakat," tutup dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.