Semester I-2021, Realisasi KUR Capai 56,58 Persen dari Target

Kompas.com - 26/07/2021, 12:28 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020). ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIMenko Perekonomian Airlangga Hartarto menjawab pertanyaan wartawan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (20/3/2020).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 143,14 triliun hingga 25 Juni 2021.

Realisasi tersebut setara dengan 56,58 persen dari target penyaluran KUR tahun 2021 sebesar Rp 253 triliun.

"KUR diberikan kepada 3,87 juta debitur, dengan outstanding per Agustus Rp 283 triliun dan NPL rendah 0,88 persen," kata Airlangga dalam konferensi pers, Senin (26/7/2021).

Airlangga menuturkan, penyaluran KUR saat ini sudah mendekati periode pra Covid-19. Peningkatan ini terjadi karena mulai pulihnya ekonomi di tahun 2021 dan tingkat suku bunga rendah sebesar 3 persen.

KUR di sektor pertanian misalnya, realisasi sudah mencapai 42,7 triliun dari target Rp 70 triliun di tahun 2021. Dari tahun 2020-2021, KUR Pertanian ini meningkat 29,8 persen.

Baca juga: Pendaftaran CPNS 2021 Berakhir Pukul 23.59, Simak Tahapan Berikutnya

"Dapat kami sampaikan KUR kelompok ini tersedia bagi petani. KUR dapat digunakan untuk pembelian pupuk, peralatan pertanian, itu terkait dengan produksi. Kemudian KUR dapat digunakan untuk pasca panen, termasuk untuk KUR Klaster investasi di rice milling unit," ujar Airlangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara rinci, KUR sektor pertanian ini tersebar di beberapa klaster. KUR perkebunan kelapa sawit mencapai Rp 9,5 triliun, pertanian padi Rp 7,8 triliun, tanaman lainnya Rp 5,5 triliun, dan tanaman holtikulkura Rp 5,2 triliun.

Kemudian KUR klaster budidaya sapi Rp 3,9 triliun, budidaya domba dan kambing Rp 3,5 triliun, pertanian palawija Rp 2,7 triliun, mix farming Rp 2,6 triliun, dan pembibitan Rp 1,1 triliun.

"Jadi secara klaster KUR pangan Rp 28,6 triliun, holtikultura Rp 7,84 triliun, perkebunan Rp 20,3 triliun, dan peternakan Rp 15,1 triliun dari segi target," jelas Airlangga.

Lebih lanjut mantan Menteri Perindustrian ini menyebut, klasterisasi penyaluran KUR membuat pembiayaan semakin tinggi.

Misalnya untuk mengembalikan rice milling unit (RMU), petani bisa membuat klaster yang berisi 10 orang sehingga berpotensi mendapat pembiayaan Rp 5 miliar.

"Jadi untuk investasi Rp 5 miliar bisa dilakukan dengan skema KUR, di mana suku bunganya rendah sekitar 3 persen. Terdapat kredit investasi dalam KUR yang (tenornya) bisa 5-7 tahun, dan diperuntukkan kepada kelompok petani," pungkas dia.

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang, IKAPPI Minta Insentif dan Masker Gratis



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.