Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harga Cabai Naik Saat PPKM, Mendag Lutfi: Siklus Musiman Saja

Kompas.com - 26/07/2021, 15:23 WIB
Fika Nurul Ulya,
Ambaranie Nadia Kemala Movanita

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga cabai merah pada akhir Juli 2021 ini mengalami kenaikan, terutama untuk komoditas cabai rawit merah dan cabai merah keriting.

Naiknya harga cabai ini terjadi di tengah harga komoditas lain cenderung stabil.

Namun, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan, kenaikan harga cabai merupakan faktor musiman.

Baca juga: Harga Cabai Rawit-Rokok Naik Tipis, BI Prediksi Inflasi Pekan Keempat Juli 0,01 Persen

"Ini terjadi karena siklus musiman dan ini kita mendekati masa panen baru, jadi mudah-mudahan bulan Agustus akan lebih baik," kata Lutfi dalam konferensi pers, Senin (26/7/2021).

Tercatat cabai merah keriting naik menjadi Rp 38.500/kg. Pada tanggal 16 Juli lalu, harga cabai merah keriting mencapai Rp 36.500, angka ini pun sudah naik dibanding bulan Juni sebesar Rp 31.700.

Kenaikan yang lebih tinggi terjadi pada harga cabai rawit merah. Harga komoditas ini melejit menjadi Rp 71.000 per kilogram pada tanggal 23 Juli 2021.

Padahal pada bulan lalu, harganya masih di kisaran Rp 58.000/kilogram.

"Hari ini tanggal 23 Juli menjadi 71.000/kilo atau naik 22,41 persen," beber Lutfi.

Baca juga: PPKM Darurat, Harga Cabai Merah di Provinsi Jawa-Bali Melonjak

Harga komiditas lainnya relatif lebih stabil. Harga bawang merah berkisar Rp 33.300 per kilogram, naik tipis dari Rp 32.100 per kilogram karena adanya cuaca ekstrem di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Kemudian harga kedelai stabil di level Rp 12.500 pada minggu lalu, naik tipis dari Rp 12.400 di bulan lalu.

Adapun pada tanggal 23 Juli 2021, harga kedelai merosot tipis Rp 12.300.

Adapun harga bawang putih Rp 28.900/kg pada bulan lalu. Harga bawang putih hari ini sedikit naik menjadi Rp 29.500/kg.

"Kalau kita lihat semua harga barang-barang sebenarnya baik, seperti gula pasir itu stock cukup hampir 3 bulan, beras cukup 17,4 bulan, minyak goreng hampir 2 bulan, tepung terigu juga semuanya dalam kondisi yang baik dan cukup," pungkas Lutfi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Investor Khawatir APBN Prabowo, Menko Airlangga: Jangan Mendiskreditkan, Indonesia dalam Situasi Bagus

Whats New
Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Tahun Ini, Sedekah Kurban BPKH Ambil Tema Berkelanjutan dan Sasar Daerah Terpencil

Whats New
KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

KAI Buka Rekrutmen Pegawai dari Jenjang SMA hingga S1, Ini Formasinya

Whats New
Mendag Lepas Ekspor Produk Baja ke Australia, Kanada, dan Puerto Riko

Mendag Lepas Ekspor Produk Baja ke Australia, Kanada, dan Puerto Riko

Whats New
3 Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir tapi Masih Ingat PIN

3 Cara Mengatasi ATM BRI Terblokir tapi Masih Ingat PIN

Spend Smart
Buka Kantor di Jakarta, Perusahaan Global Vertiv Sasar Pasar Data Center Indonesia

Buka Kantor di Jakarta, Perusahaan Global Vertiv Sasar Pasar Data Center Indonesia

Whats New
Ketahui, Definisi Politik Kantor dan Contohnya

Ketahui, Definisi Politik Kantor dan Contohnya

Work Smart
Akselerasi Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Mekari Akuisisi Jojonomic

Akselerasi Digitalisasi Bisnis di Indonesia, Mekari Akuisisi Jojonomic

Whats New
Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam di Koper, Dendanya Capai Rp 25 Juta

Jemaah Haji Dilarang Bawa Zamzam di Koper, Dendanya Capai Rp 25 Juta

Whats New
Soal Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Bos Bulog Jamin Tak Ganggu Penggilingan Padi Domestik

Soal Akusisi Sumber Beras di Kamboja, Bos Bulog Jamin Tak Ganggu Penggilingan Padi Domestik

Whats New
Bank Jago: Peran Nasabah Penting untuk Hindari Kebocoran Data

Bank Jago: Peran Nasabah Penting untuk Hindari Kebocoran Data

Whats New
APJAJI Keluhkan Tarif Batas Tas Tiket Pesawat Tak Kunjung Direvisi, Maskapai Bisa Bangkrut

APJAJI Keluhkan Tarif Batas Tas Tiket Pesawat Tak Kunjung Direvisi, Maskapai Bisa Bangkrut

Whats New
Bakal Jalankan Program Penjaminan Polis, LPS: Tugas Berat

Bakal Jalankan Program Penjaminan Polis, LPS: Tugas Berat

Whats New
Menperin Sebut Dumping Jadi Salah Satu Penyebab PHK di Industri Tekstil

Menperin Sebut Dumping Jadi Salah Satu Penyebab PHK di Industri Tekstil

Whats New
Data Terbaru Uang Beredar di Indonesia, Hampir Tembus Rp 9.000 Triliun

Data Terbaru Uang Beredar di Indonesia, Hampir Tembus Rp 9.000 Triliun

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com