Ada Aturan Makan 20 Menit Selama PPKM Level 4, Ini Kata Sandiaga Uno

Kompas.com - 27/07/2021, 10:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno berharap dalam penerapan perpanjangan PPKM darurat atau PPKM level 4 para pelaku ekonomi kreatif, seperti halnya warung tegal atau warteg bisa beradaptasi.

Hal ini mengingat, aturan PPKM level 4 memperbolehkan warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka beroperasi, maksimal sampai pukul 20.00 dan waktu makan setiap pengunjung maksimal 20 menit.

“Karena dengan batas waktu 20 menit dine in, para pelaku pelaku ekonomi kreatif harus menyiapkan makanannya secara cepat, termasuk untuk makanan cepat saji. Pelaku usaha juga harus memastikan agar tidak melanggar 20 menit yang ditentukan,” jelas Sandiaga dalam Weekly Pres Briefing, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Aturan Makan di Tempat Umum Selama Perpanjangan PPKM Level 4

Sandiaga juga menyarankan, tata letak tempat duduk di warung juga perlu disesuaikan sedemikian rupa, selain agar mengurangi penyebaran Covid-19, juga diharapkan juga tidak menyalahi aturan pemerintah.

“Karena itu, pengaturan tempat duduknya dan pengaturan layanan itu harus diberikan kesiapan agar kita tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan, dan berkordinasi dengan pemerintah daerah, ini menjadi kunci agar PPKM level 4 bisa berlangsung dengan sukses, dan semakin ada kelonggaran ke depan untuk kegiatan ekonomi,” ujar dia.

Sandiaga mengungkapkan, sebagai pengusaha yang pernah mengalami beberapa krisis, tentunya pelaku usaha perlu menyikapi apa yang terjadi sebagai peluang untuk beradaptasi dan berinovasi.

Baca juga: Makan di Tempat Hanya 20 Menit, Pengusaha Warteg: Itu Cukup Membantu Omzet Kami...

“Saya sampaikan ini adalah ujian bagi kita, kita harus menangkap peluang untuk beradaptasi, berinovasi dan merujuk pada tren yang terjadi,” jelas dia.

Sebelumnya, Sandiaga menyebutkan berdasarkan kordinasinya dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia ( PHRI ) mencatatkan, penurunan omzet yang signifikan dari hotel dan restoran sejak pemberlakuan PPKM level 4.

“Kordinasi kita dengan PHRI, PHRI mencatat rata-rata okupansi hotel di daerah terdampak tinggal belasan persen, bahkan ada yang di bawah 10 persen. Bahkan, omzet restoran anjlok 70 hingga 90 persen selama PPKM darurat,” jelas dia.

Baca juga: Mendagri: Satpol PP, TNI, dan Polri Akan Awasi Tempat Makan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Begini Langkah INACA untuk Bantu Pemulihan Industri Penerbangan

Whats New
Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Daftar MyPertamina, Boleh Lebih 1 Kendaraan dalam 1 Akun

Whats New
Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Pertamina: 60 Persen Orang Kaya Nikmati BBM Subsidi

Whats New
INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

INACA Ungkap Tantangan yang Dihadapi Maskapai Penerbangan Saat Ini, Apa Saja?

Whats New
Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Simak 3 Tips agar UMKM Tembus Pasar Global

Work Smart
Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan 'Hijau', Ini Alasannya

Pemerintah Diminta Beri Insentif buat Produk Keuangan "Hijau", Ini Alasannya

Whats New
Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Daripada Impor Daging dari India, Peternak Minta Bulog Serap Sapi dan Kerbau Mereka yang Bebas PMK

Whats New
BERITA FOTO: Pandemi Mereda, 'Angin Segar' Bisnis Kuliner

BERITA FOTO: Pandemi Mereda, "Angin Segar" Bisnis Kuliner

Whats New
Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Pemotor Tak Perlu Daftar MyPertamina saat Beli Pertalite

Whats New
Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Digiserve by Telkom Indonesia Tunjuk Adil Siagian sebagai Direktur Sales dan Operation

Whats New
Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

Gotrade Sudah Legal di Indonesia, Saham Emiten Ternama Negeri Paman Sam Kini Bisa Dibeli mulai dari 1 Dollar AS

BrandzView
MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

MRT Fatmawati-TMII Dibangun Tahun Depan, Panjang 12 Km dan Lewati 10 Stasiun

Whats New
Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Subholding Gas Pertamina dan Gunvor Teken Kerja Sama Bisnis LNG Global

Whats New
Perkuat Layanan Payments, Modalku Akuisisi CardUp

Perkuat Layanan Payments, Modalku Akuisisi CardUp

Whats New
Pertamina Pastikan Per 1 Juli, Beli Pertalite atau Solar Tanpa Kode QR Masih Dilayani

Pertamina Pastikan Per 1 Juli, Beli Pertalite atau Solar Tanpa Kode QR Masih Dilayani

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.