Simak, Begini Cara Pilih Produk Asuransi yang Tepat Sesuai Statusmu

Kompas.com - 28/07/2021, 14:20 WIB
Ilustrasi asuransi dan keuangan Thinkstock/NastcoIlustrasi asuransi dan keuangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Asuransi menjadi salah satu pos pengeluaran dan investasi masa depan yang makin dipertimbangkan saat pandemi Covid-19.

Karena krisis kesehatan ini, masyarakat mulai paham pentingnya proteksi tambahan dari asuransi.

Bukan cuma melindungi finansial dan kesehatan dari ancaman pandemi Covid-19, proteksi tambahan ini bisa menjaga dari kejadian dan penyakit tak terduga, antara lain penyakit komorbid seperti stroke, kanker, dan gagal ginjal.

Baca juga: Asosiasi Asuransi: Kami Sudah Beroperasi Sesuai Aturan PPKM Darurat

Penyakit-penyakit itu biasanya lebih mahal dari pengobatan Covid-19. Jika rata-rata biaya pengobatan Covid-19 mencapai Rp 100-200 juta untuk 14 hari, maka stroke menelan biaya Rp 25-75 juta sekali berobat. Jangan lupa, penyakit berat seperti stroke adalah penyakit menahun dan dibutuhkan banyak terapi.

"Ketika pandemi, bisnis berjalan tidak seperti biasanya, sedangkan pengobatan biayanya besar. Kita tidak bisa bekerja atau kehilangan penghasilan karena sakit, lalu bertahan hidupnya pakai uang siapa?," kata Perencana Keuangan Melvin Mumpuni dalam webinar di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Untuk itu kata Melvin, akan sangat bijak bahwa asuransi menjadi salah satu pos pengeluaran tiap bulan. 

Pemilihan produk asuransi biasanya dilema oleh banyak orang. Tapi bisa mencoba saran Melvin sebelum melangkah lebih jauh membeli produk asuransi yang bertebaran di pasar.

1. Untuk wanita/pria single

Untuk kamu yang masih single, asuransi dasar yang bisa kamu pilih dan lengkapi adalah asuransi kesehatan. Sebab, manusia tidak luput dari masa sakit sebugar apapun dirimu saat ini.

Saat memilih asuransi ini, perhatikan pula penyakit yang kamu miliki. Sesuaikan produk tersebut dengan kebutuhanmu. Tujuan memilih sesuai kebutuhan adalah agar tujuan finansial maupun tabunganmu tetap terjaga ketika sewaktu-waktu penyakit itu menyerang.

"Sekarang kita sebagai manusia modern makin rentan terhadap penyakit serius atau menahun, atau penyakit yang enggak sekali sembuh. Makanya bisa dilengkapi pakai asuransi sakit kritis," saran Melvin.

Baca juga: Kuartal I-2021, Klaim Asuransi Tumbuh 23,5 Persen

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.