Tingkatkan Akurasi Diagnosis, Menkes Mau Kumpulkan Data Medis Warga

Kompas.com - 29/07/2021, 14:14 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi  memberi sambutan saat menerima bantuan 500 ton oksigen dari Indonesia Morowali Industrial Park di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/7/2021). Menteri Kesehatan, Budi Gunadi memberi sambutan saat menerima bantuan 500 ton oksigen dari Indonesia Morowali Industrial Park di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (6/7/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berencana mengumpulkan data kesehatan masyarakat dalam satu ekosistem.

Tujuannya untuk membuat layanan kesehatan lebih personal kepada tiap warga, mengingat warga negara berhak atas akses dan layanan kesehatan yang layak.

"Saya yakin big data IoT akan mengubah sektor kesehatan di masa yang akan datang, dengan adanya data yang lebih akurat, layanan kesehatan juga akan lebih personal," kata Budi Gunadi Sadikin dalam virtual launch Bank Dunia, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Hasil Investigasi Internal, Kebocoran Data Terjadi di BRI Life Syariah

Budi menyebut, ekosistem terbentuk dengan menggabungkan data kesehatan warga dari berbagai sumber, seperti jam digital yang dipakai, apotek yang menjual obat, hingga rumah sakit.

Nantinya, data akan digabung dalam satu aplikasi sehingga tenaga medis mampu memiliki data lengkap dari pasien yang diperiksanya.

"Contohnya saya suka berenang dan berlari. Data personal saya itu akan dimiliki saya dan Garmin (merk jam digital). Ketika saya beli dari apotek, data saya direkam di apotek tersebut. Kita akan membangun platform atau wahana regulasi untuk mempercepat ketiganya," ucap Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, data pribadi tiap warga menjadi hal utama yang menjadi consent. Pihaknya akan membuat regulasi bagaimana data tersebut bisa dimiliki oleh dua pihak secara legal, antara fasilitas kesehatan dan orang pribadi.

Data akan terjaga dalam sandbox dan digunakan untuk meningkatkan kualitas diagnosa maupun analisa medis.

Baca juga: Ini Fakta Terbaru Hasil Investigasi BRI Life Usai Ada Dugaan Kebocoran Data

"Dan juga harus ada standar bagaimana data tersebut bisa diakses. Kita akan bertanya pada individu, ini nantinya apakah mereka rela atau mau mengontribusikan data mereka dengan nama dan tanggal lahir ke pemerintah? Supaya pemerintah punya kumpulan data yang sangat besar," pungkas Budi.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.