Luhut Sebut Potensi Kerugian akibat Banjir Rob Lebih dari Rp 1.000 Triliun

Kompas.com - 29/07/2021, 14:22 WIB
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021). Dokumentasi Facebook Resmi Luhut Binsar PandjaitanMenko Marves Luhut Binsar Pandjaitan tengah mengadakan rapat koordinasi secara daring dengan kementerian dan lembaga terkait membahas perkembangan program padat karya, di Jakarta, Senin (15/2/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, perubahan iklim global berdampak pada lingkungan di Indonesia. Ia bilang, dalam 20 tahun terakhir sejumlah daerah pesisir Indonesia mengalami fenomena banjir rob.

Dia mengungkapkan, sekitar 112 kabupaten dan kota di pesisir pantai Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua mengalami banjir rob. Potensi kerugian akibat banjir rob tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun.

"Dampak iklim global di Indonesia dalam kurun waktu 20 tahun terakhir khususnya wilayah pesisir mengalami fenomena berupa banjir rob. Potensi kerugian akibat banjir rob ditaksir melebihi Rp 1.000 triliun," ujar Luhut dalam Rakorbangnas BMKG 2021 yang ditayangan secara virtual, Kamis (29/7/2021).

Baca juga: Daftar Tempat di Jakarta yang Pengunjungnya Wajib Tunjukan Sertifikat Vaksin Covid-19

Luhut menjelaskan, dana besar dibutuhkan untuk mitigasi dan pembenahan dampak banjir rob, mulai dari pembuatan tanggul, peninggian infrastruktur, pembuatan bangunan pesisir, hingga biaya relokasi.

Ia mengatakan, untuk pembuatan tanggul di Jakarta saja dibutuhkan dana mencapai Rp 200 triliun. Oleh karena itu, dibutuhkan dana yang besar untuk penanganan banjir rob di sejumlah daerah pesisir Indonesia.

Lebih lanjut Luhut mengatakan, fenomena banjir rob yang terjadi diperparah dengan munculnya fenomena penurunan permukaan daratan yang sebagian besar terjadi di pesisir utara Jawa, Jakarta, Pekalongan, Semarang, hingga Demak.

"Selain itu banyak lagi fenomena lainnya, karena perubahan iklim yang cukup drastis menyebabkan kenaikan permukaan air laut, gempa bumi, dan tsunami yang terjadi pada laut dan pulau di Indonesia yang sangat rentan karena kondisi geografisnya," kata Luhut.

Baca juga: Luhut Minta Lab PCR Tersedia hingga Kabupaten/Kota

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.