Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Investasi Properti

Kompas.com - 31/07/2021, 20:30 WIB

KOMPAS.com - Properti menjadi salah satu investasi menarik yang bisa kamu lirik. Meski butuh modal besar, namun sebanding dengan keuntungannya.

Bagaimana tidak? Harga properti selalu naik. Tak pernah turun. Setiap tahunnya, potensi kenaikan harga properti sekira 10-15 persen.

Sekalipun kamu butuh uang dan menjual rumah atau properti yang lain, tetap saja dibanderol dengan harga lebih mahal dibanding harga sewaktu kamu beli.

Kelihatannya menjanjikan, tetapi investasi properti tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kamu harus siap dengan modal yang besar, mulai ratusan juta sampai miliaran rupiah.

Jika sudah mantap investasi properti, kamu harus perhatikan hal-hal berikut ini agar tidak membuat kesalahan yang dapat merugikan, seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Tahu properti apa yang dibutuhkan

Jenis properti macam-macam. Bukan hanya rumah, tetapi juga tanah, ruko, apartemen, kontrakan, vila, hotel, dan lainnya.

Kamu harus tahu mana yang ingin dibeli sesuai kebutuhan. Misalnya jika kamu sudah berencana menikah, sebaiknya pilih properti rumah tapak yang memiliki kapasitas lebih banyak ketimbang apartemen.

Dengan harga Rp 250 juta, kamu sudah bisa membeli rumah tapak dengan luas tanah 30 meter persegi di kawasan pemukiman. Sedangkan apartemen, kalaupun terbeli seharga itu, paling hanya tipe studio.

Tetapi kalau kebutuhanmu ingin buka bisnis sembako atau toko baju, membeli ruko lebih pas. Kebanyakan ruko berada di lokasi strategis sehingga cocok untuk ladang usaha.

2. Perhitungkan harga dan biaya pembelian properti

Kamu juga harus memperhitungkan harga dan biaya yang timbul dalam pembelian properti. Dalam hal ini, mesti didukung kondisi keuangan yang baik.

Sebab biaya-biaya tersebut tidak murah. Untuk menghindari kesalahan estimasi, sebaiknya perhitungkan harga dan biaya properti yang ingin dibeli dalam satu atau dua tahun ke depan. Khawatir terjadi kenaikan, dan kamu sudah memperhitungkannya.

Misalnya ingin beli rumah seharga Rp 300 juta. Pengurusan balik nama sertifikat tanah dan PBB oleh notaris totalnya Rp 12 juta. Skenario lain, estimasi beli rumah dua tahun lagi, harganya sudah Rp 350 juta, biaya notaris, dan lainnya sebesar Rp 15 juta.

Kamu dapat menggunakan tabungan yang sudah dipersiapkan, menarik dana investasi, maupun mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

3. Negosiasi dengan penjual

Banyak investor atau pembeli yang terlalu pasrah dengan harga properti yang ditetapkan pengembang. Dalam arti, berapapun harga yang dibanderol pengembang, diterima saja tanpa negosiasi.

Padahal negosiasi hal wajar dalam jual beli. Negosiasi tidak selalu harus diberi diskon, hadiah langsung, tetapi hal lainnya.

Misalnya kamu beli rumah seken. Ternyata saat dicek, ada keran air yang rusak, cat tembok yang mengelupas, atau genteng bocor.

Ini bisa kamu negosiasikan dengan penjual. Kamu bersedia membayar lunas asalkan semua kerusakan tersebut diperbaiki terlebih dahulu. Tentunya biaya perbaikan ditanggung penjual.

Dengan begitu, kamu dapat menghemat uang dan langsung menempati rumah dengan nyaman tanpa diribeti lagi oleh masalah tersebut.

Baca Juga: Sebelum Investasi, Ketahui Dulu Penyebab Harga Emas Naik Turun

4. Survei langsung

Mau beli properti jenis apapun, sebaiknya survei langsung ke lokasi terlebih dahulu. Memastikan barang sesuai dengan yang ditawarkan.

Melihat model bangunan, kualitas bangunan, lingkungan sekitar, tetangga kanan kiri, depan belakang, keamanannya, dan lainnya. Jadi, jangan asal percaya saja atau hanya survei online, sebab gambar bisa menipu.

Melakukan survei memang akan menyita waktu dan tenagamu. Oleh karenanya, luangkan waktu sehari penuh untuk hal ini.

Buat janji terlebih dahulu dengan pengembang atau penjual lewat telepon atau email. Lalu konfirmasi janji bertemu ini satu atau dua hari sebelum hari H.

5. Jangan terlalu saklek dengan bujet

Membeli sesuai kemampuan keuangan memang bagus. Tetapi jika properti yang sesuai bujetmu akan menyengsarakanmu di kemudian hari, apa masih akan dibeli?

Misalnya anggaran beli rumah sebesar Rp 200 juta. Harga segitu hanya ada pinggiran Jakarta, yang jaraknya cukup jauh tanpa akses transportasi umum, seperti kereta. Sementara kamu bekerja di Jakarta.

Bila memaksakan membeli rumah di daerah tersebut, kamu harus bolak balik Jakarta-rumah dengan motor setiap hari, apa tidak gempor? Begitu sampai kantor sudah tidak fokus, karena terlalu lelah dan stres di jalan. Biaya bensin juga membengkak.

Oleh sebab itu, kalau ada rumah tidak terlalu jauh dari kantor, punya fasilitas yang memadai, keamanan terjamin, atau tidak rawan banjir, sebaiknya beli meski harganya sedikit lebih mahal dari bujetmu.

Justru akan lebih bermanfaat, bisa ditinggali atau diinvestasikan. Daripada beli rumah sesuai bujet, tetapi berada di lokasi yang jauh, malah mubazir. Cuma jadi aset pasif.

Pahami agar Investasi Properti Untung

Seperti investasi di instrumen lainnya, mau sukses di properti, kuncinya adalah belajar. Memahami seluk beluk properti dan strategi jual beli yang tepat.

Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang investasi properti dari manapun, agar pemahamanmu semakin luas. Menghindari kesalahan yang membuatmu buntung.

 

Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara Kompas.com dengan Cermati.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab sepenuhnya Cermati.com

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Bos Bulog Yakin Temukan Bukti Adanya Praktik Mafia Beras...

Saat Bos Bulog Yakin Temukan Bukti Adanya Praktik Mafia Beras...

Whats New
Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Whats New
Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Whats New
Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Whats New
Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Whats New
BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

Work Smart
Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Whats New
RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

Whats New
Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Whats New
PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Whats New
Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Whats New
Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Whats New
Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+