Tak Kunjung Dapat Izin, Tanah Laut Hentikan Proyek Infrastruktur di Tanjung Api-Api

Kompas.com - 01/08/2021, 19:12 WIB
Flyover Keramasan dan Simpang Bandara-Tanjung Api-api di Kota Palembang yang diresmikan pada Selasa (5/6/2018). Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRFlyover Keramasan dan Simpang Bandara-Tanjung Api-api di Kota Palembang yang diresmikan pada Selasa (5/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Tanah Laut Tbk (INDX) menghentikan rencana pembangunan proyek infrastruktur di Tanjung Api-Api, Banyuasin, Sumatra Selatan, karena hingga kini tidak kunjung mendapat izin tanpa alasan yang jelas.

Corporate Secretary Tanah Laut, Anastasia R. Sijabat mengatakan, selain sulit mendapat izin, pemerintah daerah provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Banyuasin memiliki agenda yang berbeda serta tidak mempersilakan Tanah Laut untuk berpartisipasi dalam pengembangan proyek KEK Tanjung Api-api tanpa alasan yang jelas.

“INDX sudah berusaha untuk mendapatkan klarifikasi tertulis dari Pemda setempat, namun hingga sekarang masih belum ditindaklanjuti. Di tahun 2020, INDX juga telah mengirimkan surat kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), mengenai permasalahan ini dan sampai sekarang belum ditanggapi,” kata Anastasi seperti dilansir Kontan.co.id, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Menhub: Pengembangan Pelabuhan Tanjung Api-api Lambat

Menurut dia, inkosistensi pelaksanaan kebijakan pembangunan infrastruktur pelabuhan di Pusat dan Daerah serta diperparah dengan adanya intervensi politik, membuat investor sulit untuk memulai atau menjalankan rencana proyek di sektor ini.

Anastasia menyebutkan, Pemerintah Pusat seharusnya lebih proaktif sebagai penyambung informasi antara investor dan Pemerintah Daerah.

“INDX berharap untuk Bapak Menteri Perhubungan Republik Indonesia (RI), Bapak Menteri Investasi atau BKPM, Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bapak Gubernur Provinsi Sumatra Selatan serta Bapak Bupati Banyuasin untuk dapat melaksanakan, mengawasi dan mengawal investasi dalam sektor infrastruktur secara transparan serta berkeadilan,” tegasnya.

Anastasia menjelaskan, pihaknya melakukan berbagai upaya agar proyek bisa berjalan.  INDX telah melakukan pertemua virtual dengan beberapa Kepala Daerah beserta Kepala Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang menangani bidang investasi dan penanaman modal dalam rangka mencari peluang untuk membangun pelabuhan laut di provinsi lain.

“Yang pastinya harus berkesinambungan dengan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (Ramadhan Sultan)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Sulit dapatkan izin, Tanah Laut hentikan proyek infrastruktur di Tanjung Api-Api

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

BCA Siapkan Rp 400 Miliar untuk Suntik Modal ke Startup

Whats New
Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Cara Bayar Pajak Kendaraan Bermotor di Alfamart

Whats New
Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Kejar Target Investasi Rp 1.200 Triliun, Bahlil: Memang Tidak Mudah...

Whats New
Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Bank Indonesia dan The People’s Bank Of China Sepakat Perbarui Perjanjian Swap Bilateral

Whats New
Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Pembangunan Ibu Kota Nusantara Terbagi atas 3 Wilayah

Whats New
Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Penjelasan Bos Grup Lippo Seputar Aksi XL Axiata Akuisisi Link Net

Rilis
Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Di Hadapan Tony Blair, Jokowi Tegaskan Tak Mau Ekspor Bahan Mentah

Whats New
Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Bangun Sistem Transportasi IKN Butuh Rp 582,6 Miliar di 2022, Menhub Undang Swasta Berpartisipasi

Whats New
Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Tumbuh 66,8 Persen, Laba Bersih Bank Mandiri Capai Rp 28 Triliun pada 2021

Whats New
Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Pengembangan Kawasan Industri Terus Digenjot

Whats New
Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Mentan RI dan Mentan Australia Bahas 3 Hal Penting, dari Ekspor Beras hingga Impor Daging

Whats New
Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Laba BCA Melampaui Perkiraan, Tumbuh 15,8 Persen di 2021

Whats New
Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Milenial dan Gen Z Dinilai Perlu Menerapkan Gaya Hidup Minimalis

Whats New
Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Mulai 1 Februari 2022, Harga Minyak Goreng Curah Turun Jadi Rp 11.500 Per Liter

Whats New
Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Pemerintah Tetapkan Minyak Goreng Merek Paling Mahal Rp 14.000 Seliter

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.