Kompas.com - 01/08/2021, 19:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasar oligopoli adalah pasar persaingan tidak sempurna. Ini karena dalam ciri pasar oligopoli, jumlah antara produsen atau pedagang tidak sebanding dengan jumlah pembeli atau konsumen.

Dikutip dari Investopedia, pasar oligopoli adalah struktur pasar dengan sejumlah kecil produsen atau pedagang di mana di antaranya pemain tersebut bisa secara signifikan mempengaruhi satu sama lain.

Secara sederhana, pasar oligopoli adalah suatu kondisi di mana hanya terdapat segelintir perusahaan yang menguasai pasar.

Sebagai gambaran, monopoli adalah suatu pasar yang dikuasai satu perusahaan. Duopoli adalah pasar yang dikuasai dua perusahaan, sementara pasar oligopoli adalah dikuasai oleh dua atau lebih pedagang atau produsen.

Baca juga: Apa Itu Komunis: Definisi, Ciri, Sistem Ekonomi, dan Contoh Negara

Sejauh ini, tidak ada batasan yang tepat jumlah perusahaan yang ada dalam pasar oligopoli, namun jumlahnya harus cukup rendah alias segelintir sehingga tindakan satu perusahaan secara signifikan bisa mempengaruhi perusahaan lain.

Meski hanya ada segelintir perusahaan yang jadi produsen atau pedagang, persaingan pasar oligopoli adalah terbilang sangat sengit.

Ini karena setiap perusahaan melakukan berbagai cara untuk mempertahankan konsumen dan berusaha merebut konsumen baru dari perusahaan pesaing. Beberapa efek dari pasar oligopoli adalah persaingan harga.

Karena pemainnya sedikit, membuat pasar oligopoli hanya bisa dimasuki oleh perusahaan-perusahaan besar dengan modal kuat.

Baca juga: Apa Itu Invoice dan Bedanya dengan Nota maupun Kuitansi?

Berikut ini ciri pasar oligopoli:

  • Ada dua perusahaan atau lebih
  • Produk yang dijual umumnya bersifat homogen
  • Harga barang relatif sama
  • Produsen baru sulit masuk ke pasar
  • Membutuhkan modal besar
  • Kebijakan salah satu perusahaan secara signifikan mempengaruhi produsen lainnya

Berikut contoh pasar oligopoli:

  • Operator telekomunikasi
  • Industri kendaraan bermotor
  • Industri semen
  • Maskapai penerbangan
  • Perusahaan rokok
  • Transportasi online
  • Penyedia jaringan internet
  • Pabrikan elektronik
  • Pabrikan handphone
  • Produsen mi instan

Namun demikian, meski ada beberapa produsen, pasar oligopoli adalah juga bisa mengarah pada monopoli. Hal ini bisa saja terjadi apabila beberapa perusahaan melakukan kesepakatan seperti penetapan harga. Kondisi ini biasa disebut sebagai praktik kartel. 

Baca juga: Arti Kapitalis dan Kapitalisme: Definisi, Sistem Ekonomi, dan Contoh

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MDRT Targetkan Punya 3.000 Agen di Indonesia pada 2023

MDRT Targetkan Punya 3.000 Agen di Indonesia pada 2023

Whats New
Ada Larangan Penggunaan HP di SPBU, Beli BBM Pakai Aplikasi MyPertamina Aman?

Ada Larangan Penggunaan HP di SPBU, Beli BBM Pakai Aplikasi MyPertamina Aman?

Whats New
Daftar 5 Golongan Pelanggan PLN yang Kena Kenaikan Tarif Listrik

Daftar 5 Golongan Pelanggan PLN yang Kena Kenaikan Tarif Listrik

Whats New
OJK: Target Inklusi Keuangan Capai 90 Persen di Tahun 2024

OJK: Target Inklusi Keuangan Capai 90 Persen di Tahun 2024

Whats New
Ini Penyebab Agen Asuransi Belum Bisa Diganti dengan Kecanggihan Teknologi

Ini Penyebab Agen Asuransi Belum Bisa Diganti dengan Kecanggihan Teknologi

Whats New
Blibli Tebar Promo, Ada Diskon hingga 90 Persen

Blibli Tebar Promo, Ada Diskon hingga 90 Persen

Rilis
Genjot Pendapatan, Garuda Indonesia Akan Fokus ke Bisnis Kargo

Genjot Pendapatan, Garuda Indonesia Akan Fokus ke Bisnis Kargo

Whats New
Anggaran Mitigasi Perubahan Iklim Tak Terserap Sempurna, Sri Mulyani: Kalau Minta Rajin Banget...

Anggaran Mitigasi Perubahan Iklim Tak Terserap Sempurna, Sri Mulyani: Kalau Minta Rajin Banget...

Whats New
Benarkah Biaya Admin Bank Memberatkan Nasabah?

Benarkah Biaya Admin Bank Memberatkan Nasabah?

Whats New
Penelitian DJSN: 6,09 Juta Pekerja Migran RI Belum Terdaftar Program Jamsos PMI

Penelitian DJSN: 6,09 Juta Pekerja Migran RI Belum Terdaftar Program Jamsos PMI

Whats New
Ekonomi Digital RI Perlu Didukung Layanan Data Internet yang Lebih Baik

Ekonomi Digital RI Perlu Didukung Layanan Data Internet yang Lebih Baik

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah Sore Ini

Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah Sore Ini

Whats New
Tidak Punya Aplikasi MyPertamina, Masyarakat Harus Daftar via Website untuk Beli Pertalite dan Solar

Tidak Punya Aplikasi MyPertamina, Masyarakat Harus Daftar via Website untuk Beli Pertalite dan Solar

Whats New
Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pengecer dan Konsumen: Ribet!

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pengecer dan Konsumen: Ribet!

Whats New
Bengkak, Kebutuhan Dana Mitigasi Perubahan Iklim Tembus Rp 4.002 Triliun

Bengkak, Kebutuhan Dana Mitigasi Perubahan Iklim Tembus Rp 4.002 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.