Kompas.com - 02/08/2021, 18:13 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020). BPMI SetpresMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Sabtu (21/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merombak jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan menggantinya dengan 132 orang yang terdiri dari eselon II, eselon III, dan pejabat fungsional.

Bendahara Negara ini mengungkapkan, pelantikan di lingkungan Ditjen Bea dan Cukai adalah sebuah perubahan yang begitu masif untuk perbaikan nyata di lingkungan bea cukai.

Dia mengaku masih kecewa dengan direktorat tersebut karena ulah pegawainya yang tidak patuh terhadap peraturan perundang-undangan.

Baca juga: Sri Mulyani Lantik 138 Pejabat Baru Termasuk Irjen Kemenkeu

"Kepada para pejabat di lingkungan Bea dan cukai, ini adalah sebuah perubahan yang begitu masif. Masih banyak kita dikecewakan oleh tingkah laku di lingkungan Bea dan Cukai. Kekecewaan itu harus dibayar dengan perbaikan nyata," kata Sri Mulyani ketika menjabat 138 pejabat baru Kemenkeu di Jakarta, Senin (2/8/2021).

Sri Mulyani meminta kepada pihak yang baru dilantik tersebut untuk belajar dari kegagalan dan mampu mengembalikan maupun menjaga kepercayaan negara, kepercayaan bangsa, dan kepercayaannya rakyat Indonesia.

"Saya minta terus memperbaiki sistem informasinya. Dan satu yang saya sampaikan, gempuran menghadapi Covid-19. Bea cukai ada di garda terdepan yang menjamin impor dari barang-barang yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19," tutur Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berharap, direktorat ini mampu mendorong dan mempermudah ekspor pada masa pemulihan ekonomi nasional yang kini membutuhkan dukungan.

Permintaan serupa juga dilayangkan Sri Mulyani kepada Inspektorat Jenderal (Irjen).

Baca juga: Pengusaha Kapal Keluhkan Gangguan Sistem Bea Cukai di Pelabuhan Tanjung Priok

Menurut dia, Irjen di Kemenkeu perlu memperkuat sistem pengendalian internal dan menjadi contoh di kementerian lain maupun Pemerintah Daerah (Pemda).

"Terus melakukan kerja sama yang bisa memberikan berbagai indikator awal kemungkinan terjadinya penyelewengan, itu dicegah, baik mencegah dan memperkuat," pungkas Sri Mulyani.

Secara total, Kemenkeu melantik 138 pejabat baru yang melibatkan pejabat yang berasal dari Sekretariat Jenderal, Ditjen Bea Cukai, dan DJKN yang mengalami rotasi maupun promosi.

Pejabat-pejabat yang dilantik tersebut, terdiri dari 2 pejabat pimpinan tinggi madya, 23 pejabat pimpinan tinggi pratama, 102 pejabat administrator, dan 10 pejabat fungsional, termasuk Inspektur Jenderal Awan Nurmawan Nuh menggantikan Sumiyati.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Jaga Keamanan Pelayaran, Indonesia Punya 285 Menara Suar

Rilis
Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.