BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Gojek

Waspada, Kondisi Ini Jadi Celah Pelaku Kejahatan Lakukan Penipuan Online

Kompas.com - 03/08/2021, 12:15 WIB
Ilustrasi OTP, One Time Password, Kode OTP ShutterstockIlustrasi OTP, One Time Password, Kode OTP

KOMPAS.com – Masih ingat dengan modus penipuan “mama minta pulsa”? Atau, justru Anda pernah menjadi korban penipuan tersebut?

Meski tak sesemarak dulu, praktik penipuan dengan modus mengaku sebagai sanak saudara dan meminta pulsa itu masih menjadi andalan pelaku kejahatan.

Selain praktik tersebut, sejumlah bentuk penipuan lain juga terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

Saat ini, para pelaku kejahatan cenderung memanfaatkan berbagai platform online, seperti sambungan telepon, aplikasi chatting, media sosial, dan aplikasi dompet digital, untuk melancarkan aksinya.

Adapun modus penipuan online juga beragam, mulai dari penipuan berkedok pengumuman pemenang undian, praktik meminta sejumlah uang dari oknum yang mengaku polisi atau petugas rumah sakit (RS), hingga pembajakan akun dengan meminta kode one time password (OTP).

Baca juga: Marak Link Penipuan Tautan Bit.ly, Begini Cara Cek dan Menghindarinya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Seorang mantan penipu yang menyebut dirinya “Mantan Kang Tipu” mengatakan, pada dasarnya, manusia menjadi lemah dan mudah ditipu ketika dibuat terlalu bahagia atau panik.

Hal tersebut menjadi celah untuk memanipulasi psikologis korbannya. Oleh sebab itu, korban akan dibuat terlalu bahagia dengan mendapat hadiah atau panik ketika mendapat telepon dari oknum polisi atau petugas RS.

“Manipulasi psikologis (Magis) tersebut membuat seseorang tidak bisa berpikir jernih dan kritis. Hal ini menjadi celah untuk melakukan penipuan online,” ujar Mantan Kang Tipu dalam live streaming di media sosial GoPay bertajuk “Kisah Kang Tipu Tobat, Kupas Tuntas Bahaya Penipuan Magis” sebagai salah satu kampanye #AmanBersamaGoPay, Jumat (16/7/2021).

Mantan penipu yang juga merupakan admin akun Twitter @OTPDrama menjelaskan, saat memanipulasi psikologis korban melalui sambungan telepon, pelaku penipuan umumnya akan berbicara sangat panjang dan cepat.

Hal tersebut dilakukan agar sang korban tidak memiliki kesempatan untuk berpikir jernih dan memotong pembicaraan. Dengan tipu daya dan bujuk rayu, korban akan mudah mengikuti keinginan penipu.

Selain melalui telepon, penipuan juga marak terjadi lewat media sosial. Hal ini pernah dialami komedian Ernest Prakasa.

Pria yang juga berprofesi sebagai sutradara itu hampir menjadi korban penipuan dengan modus akun Twitter palsu dari sebuah bank.

“Belum lama ini, gue me-mention akun Twitter salah satu bank. Cuitan gue kemudian dibalas oleh akun palsu bank tersebut,” cerita Ernest yang juga bergabung dalam IG Live #AmanBersamaGoPay.

Awalnya, Ernest tak merasa curiga karena nama dan foto profil akun palsu itu tampak serupa dengan akun resmi bank tersebut.

Baca juga: Curhat Ari Lasso dan Maia Estianty Alami Kejahatan Siber, Twitter Diretas hingga Saldo Dikuras

Namun, Ernest menyadari bahwa dirinya hampir menjadi korban penipuan karena akun palsu tersebut mengarahkannya ke sebuah tautan yang mengharuskan mengisi data pribadi berupa username dan password internet banking.

Seperti diketahui, username dan password internet banking merupakan kunci keamanan yang tidak boleh diberikan kepada siapa pun, bahkan petugas bank sekalipun.

Untungnya, Ernest memiliki pengetahuan literasi digital yang cakap sehingga dirinya selamat dari perangkap oknum yang tak bertanggung jawab.

Pentingnya literasi digital

Adapun pengetahuan literasi digital menjadi modal penting yang harus dimiliki masyarakat agar terhindar dari penipuan online.

Mantan Kang Tipu menilai, pengetahuan literasi digital yang rendah membuat seseorang menjadi sasaran empuk bagi pelaku kejahatan.

“Masih banyak masyarakat yang belum paham mengenai fungsi OTP dalam transaksi online sehingga mereka dengan mudah memberikannya kepada orang lain. Terlebih, ketika diiming-imingi sejumlah uang,” jelas Mantan Kang Tipu.

Padahal, kata dia, OTP merupakan salah satu sistem keamanan tercanggih saat ini. Kode password yang bersifat sementara tersebut dibuat khusus oleh operator atau pembuat aplikasi.

Kode itu kemudian dikirimkan ke nomor ponsel atau email yang telah didaftarkan pengguna. Ini berarti, hanya pengguna yang mengetahui kode OTP.

Oleh sebab itu, Mantan Kang Tipu meminta masyarakat untuk terus memperluas pengetahuan mengenai literasi digital agar terhindar dari penipuan online.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Keuangan Milenial, GoPay Luncurkan FinanSiap

Selain itu, masyarakat juga harus lebih waspada dan berhati-hati ketika melakukan transaksi online, termasuk saat menggunakan dompet digital.

“Secanggih apa pun teknologi yang digunakan, pengguna tetap menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan dalam pemakaian teknologi tersebut,” ujar Mantan Kang Tipu.

Sementara itu, untuk menjaga keamanan dalam bertransaksi online, terutama menggunakan dompet digital, GoPay mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan empat langkah JAGA.

Pertama, Jangan asal transfer dana kepada orang tak dikenal. Pastikan Anda mengecek akun dan nomor rekening penerima dana.

Untuk mendukung langkah tersebut, GoPay menerapkan mekanisme autentikasi berupa pop-up peringatan yang akan muncul ketika pengguna akan mentransfer dana ke akun atau nomor yang tak dikenal.

Baca juga: 10 Pemimpin Pasar Uang Elektronik di Indonesia, GoPay Jawaranya

Kedua, Amankan kode rahasia, baik personal identification number (PIN), OTP, magic link, maupun password. Jangan pernah berikan kode rahasia tersebut kepada siapa pun. Pasalnya, kode ini digunakan untuk memverifikasi pembayaran atau masuk (login) ke dalam akun platform digital.

Ketiga, Gunakan fitur keamanan tambahan yang tersedia pada aplikasi, seperti fingerprint dan face recognition sehingga hanya Anda yang dapat melakukan verifikasi pembayaran.

Terakhir, Awas Magis yang memang sering kali terjadi ketika seseorang merasa panik dan lengah.

Dengan keempat langkah tersebut yang juga disertai literasi digital yang baik, Anda pun meminimalisasi celah yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan penipuan online.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.