BCA Akan Stock Split, Analis: Investor Bermodal Kecil Lebih Mudah Beli Saham

Kompas.com - 03/08/2021, 14:02 WIB
Ilustrasi pergerakan harga saham,  bagaimana cara main saham? THINKSTOCKSIlustrasi pergerakan harga saham, bagaimana cara main saham?

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) berencana akan melakukan pemecahan saham yang beredar (stock split) di seluruh Pasar Bursa Efek Indonesia (BEI).

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menilai, wacana tersebut akan memberi kemudahan bagi investor yang berkantong pas-pasan untuk membeli saham BBCA.

Berdasarkan data RTI, pada perdagangan sesi I hari ini (3/8/2021), harga saham BBCA naik 850 poin atau 2,85 persen ke Rp 30.650.

Baca juga: Bakal Stock Split, Jadi Berapa Harga Saham BCA?

Adapun nilai transaksi diperoleh pada perdagangan sesi I ini sebesar Rp 386,96 miliar dari 12,75 lembar saham yang diperjualbelikan.

"Hal ini justru bagus, karena jadi bisa memudahkan untuk investor yang modalnya tidak terlalu besar untuk membeli saham ini serta nantinya likuiditas akan lebih baik," kata Dennies kepada Kompas.com, Selasa (3/8/2021).

Sementara, keputusan stock split di Pasar Efek dinilai akan memicu penurunan harga meski lembar saham yang diperdagangkan akan bertambah. Di samping itu, akan ada kenaikan frekuensi saham BCA secara harian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau stock split itu hanya berpengaruh di pasar saham saja yang nantinya harga saham akan turun dan jumlah lembar sahamnya akan bertambah banyak. Jadi akan berpengaruh untuk likuiditas di pasar saham," ujar Dennies.

Perlu diketahui, dalam rapat Direksi dan Komisaris BCA pada tanggal 29 Juli 2021 telah menyetujui aksi korporasi stock split dengan rasio 1 : 5 (1 saham lama menjadi 5 saham baru).

Baca juga: BCA Putuskan Stock Split Saham, Ini Rasionya

Nilai nominal per unit saham BBCA saat ini adalah Rp 62,50, sedangkan nilai nominal per unit saham BBCA setelah stock split akan menjadi sebesar Rp 12,5.

"Melalui aksi korporasi stock split ini, kami berharap harga saham BBCA akan lebih terjangkau bagi para investor ritel, utamanya demografi investor muda yang saat ini aktif meramaikan bursa. Hal ini juga sebagai bentuk dukungan kami untuk meningkatkan likuiditas perdagangan di pasar modal dalam negeri," kata Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja melalui keterangan tertulisnya.

Proses stock split ini akan berlangsung ketika BCA menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 23 September 2021.

Setelah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham, BCA akan berkoordinasi dengan BEI untuk memproses stock split yang diperkirakan akan terlaksana pada Oktober 2021.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.