Pemerintah Gelontorkan Anggaran PEN Rp 305,50 Triliun untuk Penanganan Covid-19

Kompas.com - 03/08/2021, 15:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 30 Juli 2021 sudah mencapai Rp 305,50 triliun.

Direktur Anggaran Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan, Purwanto mengatakan, anggaran itu sudah terealisasi sekitar 41 persen dari pagu Rp 744,75 persen dari seluruh klaster.

"Kita lihat untuk kesehatan sampai 30 Juli kemarin dari pagu yang kita siapkan Rp 214,9 triliun per 30 Juli, sudah cair Rp 65,55 triliun," kata Purwanto dalam dalam Webinar Keterbukaan Informasi Publik di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Baca juga: Hingga Juli 2021, Program PEN Sudah Terealisasi 41 Persen

Purwanto mengungkapkan, anggaran digunakan untuk diagnostic, testing, tracing, pengadaan 65,79 juta dosis vaksin, insentif dan santunan kematian nakes, serta pembayaran JKN-KIS.

"Dari diagnostik sudah terealisasi Rp 1,01 triliun dari pagu Rp 4,08 triliun. Vaksinasi Covid-19 sudah Rp 12,30 triliun dari Rp 57,84 triliun, insentif dan santunan nakes sudah cair Rp 7,3 triliun dari Rp 18,38 triliun," beber Purwanto.

Kemudian, realisasi untuk perlindungan sosial mencapai Rp 91,84 triliun atau 49,2 persen dari pagu Rp 186,64 triliun, dan dukungan UMKM dan korporasi Rp 52,43 triliun atau 32,3 persen dari Rp 162,40 triliun.

Selanjutnya, program prioritas sudah terealisasi Rp 47,32 triliun atau 40,1 persen dari anggaran Rp 117,94 triliun, serta insentif usaha Rp 48,35 triliun atau 77 persen dari Rp 62,83 triliun.

Adapun anggaran program PEN ini naik karena pemerintah menambah anggaran Rp 55,21 triliun untuk mempertebal jaring pengaman sosial (social safety net), termasuk untuk Kartu Sembako, beras Bulog 10 kilogram, diskon tarif listrik, kuota internet gratis, hingga Kartu Prakerja.

Baca juga: Ekonom Ingatkan Risiko Kenaikan Defisit Anggaran dari Penambahan PEN

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan, realisasi Program Keluarga Harapan (PKH) hingga Juli 2021 ini sudah mencapai Rp 5,15 triliun, untuk sejumlah 7,44 juta KPM.

Sementara program Kartu Sembako mencapai Rp 9,4 triliun untuk 15,67 juta KPM, dan program BLT desa Rp 1,49 triliun untuk 2,18 juta KPM.

"Kemudian bantuan subsidi upah mulai berjalan dan Banpres produktif usaha mikro mulai diluncurkan Presiden 30 Juli lalu," pungkas Airlangga.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.