Subsidi Kuota Internet Telat Cair, Sri Mulyani Ungkap Alasannya

Kompas.com - 04/08/2021, 07:24 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah kembali menganggarkan subsidi kuota internet untuk para pelajar hingga guru/dosen dari bulan Juli-Desember 2021. Semula, subsidi ini berakhir pada Mei 2021.

Namun, pencairan subsidi kuota internet belum merata. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, hal itu terjadi lantaran ada perubahan status pelajar yang perlu diperbarui.

"Ternyata ada murid yang lulus dan ada yang baru. Jadi kita enggak bisa gunakan data yang semester kemarin, berubah lagi," kata Sri Mulyani dalam webinar "Keterbukaan Informasi Publik" di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Wanita yang akrab disapa Ani ini mengungkapkan, perubahan data tersebut membuat pencairan bantuan subsidi kuota internet telat cair. Dia pun mengaku menerima komplain dari berbagai pihak yang belum mendapat subsidi kuota internet.

Baca juga: Greysia-Apriyani dkk Bakal Dapat Tabungan Emas dari Pegadaian

"Saya dengarkan ada yang komplain belum mendapat subsidi internet," ucap Ani.

Lebih lanjut dia menuturkan, keterbukaan informasi mengenai beragam anggaran, khususnya anggaran dalam program PEN yang membawahkan berbagai anggaran bansos menjadi penting.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bukan hanya keterbukaan informasi, pemerintah perlu kerja lebih keras untuk menjelaskan segala kebijakan yang diambil selama pandemi Covid-19 ataupun kebijakan lain.

"Hal detail kayak gini adalah tidak hanya sekadar informasi. Umpamanya kita sebutkan ini anggaran bantuan internet sekian triliun, namun dimensi detail dari policy menjadi penting (bantuan menyasar ke mana, berapa realisasi sudah berapa, dan seberapa efektif)," pungkas Ani.

Sebagai informasi, subsidi kuota internet hingga akhir Desember 2021 bakal menyasar kepada 38,1 juta siswa dan tenaga pendidik seperti guru/dosen. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran Rp 5,54 triliun sehingga totalnya menjadi Rp 8,53 triliun.

Baca juga: IKAPPI Dorong Pemerintah Lakukan Vaksinasi Langsung di Pasar



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.