PLTS Terapung Terbesar di Asia Tenggara Siap Dibangun di Waduk Cirata

Kompas.com - 04/08/2021, 07:40 WIB
Ilustrasi PLTS KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoIlustrasi PLTS
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata telah mencapai tahapan pemenuhan biaya atau kesepakatan financial close.

Sindikasi tiga bank internasional yaitu Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC), Societe Generale, dan Standard Chartered Bank siap mendanai pembangunan PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara ini dengan nilai investasi sekitar 140 juta dollar AS.

Direktur Utama PT PLN (Persero) Zulkifli Zaini mengatakan, pembangkit listrik ramah lingkungan ini akan segera dibangun dan ditargetkan bisa beroperasi komersial sesuai jadwal pada akhir 2022.

Baca juga: Subsidi Kuota Internet Telat Cair, Sri Mulyani Ungkap Alasannya

"Kehadiran dari PLTS Terapung Cirata akan menjadi revolusi pengembangan EBT di dalam negeri, mengingat pembangkit listrik ini dapat mengimbangi 214.000 ton emisi karbon dioksida," katanya dalam konferensi pers virtual, Selasa (3/8/2021).

Pembangunan proyek strategis nasional ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencapaian target bauran energi baru terbarukan nasional sebesar 23 persen pada 2025.

"Keberhasilan pengembangan proyek ini, ke depannya diharapkan akan mendorong proyek-proyek terobosan di bidang EBT dengan harga yang kompetitif,” kata Zulkifli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: IKAPPI Dorong Pemerintah Lakukan Vaksinasi Langsung di Pasar

Zulkifli menyebutkan, harga tenaga listrik dari PLTS ini cukup kompetitif, yakni sebesar 5,8 dollar AS per kilowatt hour (kWh).

PLTS Terapung Cirata nantinya akan dijalankan oleh Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi atau PMSE, yang merupakan perusahaan bentukan dari konsorsium cucu usaha PLN, yaitu PJBI dengan porsi saham 51 persen dengan perusahaan asal Uni Emirat Arab, Masdar dengan porsi saham 49 persen.

Selain dari sisi pengembangan EBT, PLTS Terapung yang ditargetkan bisa menghasilkan energi 245 juta kWh per tahunnya ini memegang peranan penting, dimana nantinya pembangkit ini akan memasok listrik untuk 50.000 rumah serta menyerap tenaga kerja hingga 800 orang.

Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pahala Nugraha Mansury mengatakan, sebagai proyek strategis nasional, PLTS Terapung Cirata diharapkan dapat menjadi percontohan untuk pengembangan pembangkit EBT di daerah lain.

"Agar Indonesia dapat mencapai target bauran EBT 23 persen di 2025, serta mendukung upaya pengurangan emisi secara signifikan," ucapnya.

Baca juga: Greysia-Apriyani dkk Bakal Dapat Tabungan Emas dari Pegadaian



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.