[TREN WORKLIFE KOMPASIANA] Percaya Diri dan Mental Baja Hadapi Senioritas di Kantor | Senioritas "Nikmat Membawa Sengsara"

Kompas.com - 04/08/2021, 11:45 WIB

KOMPASIANA---Dalam dunia kerja pasti akan bertemu dengan ragam tipe kepribadian sesama rekan kerja. Termasuk senior yang mungkin saja tidak cocok cara kerjanya dengan kita.

Senior ini memiliki sikap penyuruh terhadap anak buahnya dan hanya ingin menerima beres pekerjaan yang dilimpahkannya.

Bila bertemu dengan senior seperti ini janganlah kesal dan putus asa. Memiliki kepercayaan diri dan bermenta baja adalah kuncinya.

Sikap kepercayaan diri dibutuhkan dalam menjalankan segala tugas pekerjaan yang diberikan. Sedangkan bermental baja dibutuhkan untuk menghadapi beragam sikap dan sifat sesama rekan kerja ataupun senior di kantor.

Selain mengenai menghadapi rekan kerja di kantor, ada juga pembasahan terkait senioritas di kantor yang kerap kali membawa sengasara.

Berikut konten-konten menarik dan populer kanal Worklife di Kompasiana:

1. Percaya Diri dan Bermental Baja dalam Menghadapi Senior yang Pola Pikirnya Tertutup

Kompasianer Veronika Gultom berpendapat menghadapi senior di kantor yang pola pikirnya tertutup adalah dengan percaya diri dan bermental baja.

Selain itu, berdasarkan pengalamannya, komunikasi juga menjadi hal penting terhadap senior tersebut.

Memang, dikatakannya, perlu waktu lama untuk bisa bersahabat dengan para senior. Karena itu, mental baja dan keyakinan bahwa pada akhirnya semuanya akan baik-baik saja dapat membuat kita bertahan hingga akhirnya diterima dengan senang hati oleh mereka.

"Bagaimana pun, setiap orang pada akhirnya harus menyadari bahwa hidup bukan cuma masalah senioritas. Tetapi setiap orang dalam sebuah tim semestinya saling melengkapi tanpa memandang senior atau junior," tulisnya. (Baca selengkapnya)

2. Senioritas di Kantor, Jangan Sampai "Nikmat Membawa Sengsara"

Bagi para senior di kantor, Kompasianer Irwan Rinaldi Sikumbang mengingatkan untuk tidak terbuai dengan label itu.

Sebab, menurutnya, label menjadi senior di kantor sering kali menjadi nikmat yang membawa sengsara.

Senior yang sekaligus memegang jabatan memang gampang membuat seseorang terlena. Di hadapan para junior, sering bercerita bagaimana kehebatannya dalam meniti karier.

Di sisi lain, kerap kali label senioritas membuat cara kerja mereka justru cenderung 'ngebos'.

Padahal, dalam manajemen modern, senioritas tidak identik dengan peluang yang besar untuk meraih jabatan.

"Di banyak perusahaan, bahkan juga di instansi pemerintah, sudah menerapkan sistem meritokrasi. Dalam sistem ini, promosi jabatan akan diberikan pada karyawan yang beprestasi atau berkinerja unggul, bukan melihat senioritasnya.," tulisnya. (Baca selengkapnya)

3. Jadikan Senioritas sebagai Ajang Menyebar Kebaikan

Menjadi senior di kantor seharusnya bukan menjadi persoalan. Sebab yang membedakan hal itu hanyalah soal waktu dan pengalaman.

Namun, senior di kantor kerap kali bersikap 'rese' terhadap juniornya.

Kompasianer Selvia Indrayani berpendapat, label senior yang tersemat baiknya dijadikan ajang menyebar kebaikan.

Menurutnya, ada empat kebaikan yang bisa dilakukan oleh para senior di kantor.

Pertama adalah mengajari. Seorang senior sangat bermanfaat bagi junior saat ia mau mengajari hal-hal yang perlu dikerjakan. Bisa berupa mengajari cara kerja agar lebih efektif, maupun berbagai hal lain berkaitan dengan pekerjaannya agar mendapatkan kemudahan.

Kedua adalah mengayomi. (Baca selengkapnya) (IBS)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

BrandzView
Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Whats New
Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Whats New
Penunjukkan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Penunjukkan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Whats New
Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Whats New
Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Whats New
PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

Whats New
5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

Smartpreneur
Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Whats New
Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Whats New
Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital Saat Pandemi

Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital Saat Pandemi

Whats New
Tjahjo Sebut 8 Aspek Perkuat Kinerja Kejaksaan, Mulai Syarat Usia Jadi Jaksa hingga Batas Pensiun

Tjahjo Sebut 8 Aspek Perkuat Kinerja Kejaksaan, Mulai Syarat Usia Jadi Jaksa hingga Batas Pensiun

Whats New
BPK Ungkap Ada 6.011 Masalah di APBN 2021, Nilainya Capai Rp 31,34 Triliun

BPK Ungkap Ada 6.011 Masalah di APBN 2021, Nilainya Capai Rp 31,34 Triliun

Whats New
Tak Hanya Tren, Fesyen Berkelanjutan Kini Jadi Kebutuhan

Tak Hanya Tren, Fesyen Berkelanjutan Kini Jadi Kebutuhan

BrandzView
Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Harga Emas Hari Ini di Pegadaian Ukuran 0,5 Gram Hingga 1 Kg

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.