Cuma 20 Negara yang Lolos dari Middle Income Trap, Indonesia Kapan?

Kompas.com - 04/08/2021, 12:28 WIB
Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1) KemenkeuMenkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5/20w1)

Untuk membuat SDM berkualitas, negara perlu memberikan hak pendidikan dan layanan kesehatan yang layak. Begitu juga dengan jaminan sosial yang membantu warga miskin mengakses dua aspek tersebut.

"Sehingga, kita tidak hanya bicara tentang 'what', apa yang perlu untuk pendidikan. Tapi 'how' menjadi equally important, yakni bagaimana membagi kewenangan, tanggung jawab, akuntabilitas, dan making sure bahwa seluruh resources dan policy bisa mencapai hasilnya," sebut dia.

Sri Mulyani menjelaskan, pemerintah wajib mengalokasikan anggaran pendidikan sekitar 20 persen dalam APBN. Bahkan, dalam beberapa tahun terakhir, anggaran untuk sektor ini sudah mencapai Rp 500 triliun.

Baca juga: Kabar Gembira, Sri Mulyani Bebaskan Pajak Sewa Toko di Pasar dan Mal hingga Oktober 2021

Anggaran tersebar di beberapa kementerian/lembaga (K/L) mulai dari Kemendikbud, Kemenag, lembaga penelitian, hingga pemda.

Namun, besarnya anggaran pendidikan bukan berarti mampu menyelesaikan semua masalah pendidikan di Tanah Air.

"Anggarannya banyak itu pasti dijamin menyelesaikan masalah, ternyata tidak. Maka, kita tentu perlu kerja sebagai suatu bangsa bagaimana caranya bahwa komitmen konstitusi 20 persen bisa diterjemahkan dalam bentuk kualitas pendidikan yang menghasilkan manusia produktif dan inovatif," pungkas Sri Mulyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.