Akidi Tio, Apriyani Rahayu, dan Greysia Polii

Kompas.com - 04/08/2021, 15:08 WIB
Pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (kanan) memberi hormat dengan medali emas bulu tangkis ganda putri pada upacara Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021. AFP/ALEXANDER NEMENOVPasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii dan Apriyani Rahayu (kanan) memberi hormat dengan medali emas bulu tangkis ganda putri pada upacara Olimpiade Tokyo 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 2 Agustus 2021.

HARI-hari belakangan ini topik pembicaraan terutama yang beredar luas dalam berbagai media dipenuhi dengan tiga nama ini, Akidi Tio, Apriyani Rahayu, dan Greysia Polii.

Akidi Tio

Akidi Tio almarhum diberitakan menyumbang dana fantastis sebesar Rp 2 triliun untuk penanggulangan pandemi Covid-19 di Sumatera Selatan.

Di hari pertama berita muncul, segera saja mengundang kekaguman, rasa hormat dan terharu serta puja puji yang luar biasa dari berbagai pihak.

Di hari hari berikutnya, ketika terkuak bahwa dana yang katanya hendak disumbangkan itu belum juga terlaksana, maka bagai gelombang yang berbalik arah berhamburanlah “caci maki”, sumpah serapah dan minimal memunculkan kebingungan yang mempertanyakan tentang bagaimana hal itu bisa terjadi.

Di sini saya tidak hendak masuk kedalam hiruk pikuk kontroversi fenomena Akidi Tio ini. Saya hanya hendak mengajak melihatnya dari perspektif “Indonesia Maju”, melihat dari sudut pandang “wawasan kebangsaan”.

Tidak memerlukan kepastian tentang kebenaran berita sumbangan sebesar Rp 2 triliun bagi penanggulangan pandemi Covid-19 yang tengah kita hadapi bersama. Akan tetapi berita sumbangan fantastis itu sebenarnya telah membangunkan kesadaran kita semua bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19 kita sebenarnya butuh “kebersamaan”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak hanya Indonesia , akan tetapi dunia memang tengah berhadapan dengan masalah super sulit yang harus dihadapi bersama-sama. Kita disadarkan tentang betapa kegotongroyongan, dalam hal ini solidaritas antar sesama harus dibangun bila kita hendak cepat menyelesaikan masalah besar pandemi Covid-19 ini.

Dengan situasi dan kondisi seperti yang tengah kita hadapi bersama, kiranya tidak ada pilihan lain bila kita ingin sukses keluar dari kesulitan maka kita harus bersatu padu menghadapinya.

Sekali lagi, berita Akidi Tio menyumbang Rp 2 triliun bagi penanggulangan pandemi Covid-19, terlepas dari benar atau tidak berita itu, akan tetapi pada kenyataannya sudah menjadi “wake up call”.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.