Digugat PT BTS soal Deposito Rp 15 Miliar, Ini Respons BRI

Kompas.com - 04/08/2021, 17:37 WIB
Ilustrasi rekening bank. ShutterstockIlustrasi rekening bank.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bidakara Taruma Sakti (PT BTS) mengajukan gugatan terhadap PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Ini merupakan lanjutan dari kasus raibnya dana deposito senilai Rp 15 miliar PT BTS yang ditempatkan di BRI pada 2014.

Gugatan tersebut dilayangkan PT BTS di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Senin (2/8/2021), dan terdaftar dengan No 458/Pdt.G/2021/PN.Jkt.Pst.

Baca juga: Viral Cuitan Nasabah Mengaku Kehilangan Uang di BRI, Berakhir Klarifikasi Minta Maaf

Terkait gugatan tersebut, BRI menyatakan, hilangnya dana deposito PT BTS sebesar Rp 15 miliar terjadi pada tahun 2014 dan telah diproses melalui ketentuan yang berlaku.

"Setelah melalui proses persidangan, pada tahun 2015 kasus tersebut telah selesai dan kepada pihak-pihak yang terbukti terlibat dalam proses pembuatan maupun pencairan Deposito PT BTS yang tidak sesuai atau melanggar dengan ketaatan bank telah ditindak secara hukum," tutur Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto, dalam keterangannya, dikutip Rabu (4/8/2021).

Sementara itu, Kuasa Hukum PT BTS Rudi Mukhtar mengatakan, kliennya tengah berupaya meminta tanggung jawab Bank BRI terkait raibnya dana deposito milik Bidakara Taruma Sakti.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rudhi menjelaskan, duduk perkara kasus ini berawal dari penempatan dana deposito PT BTS di Bank BRI kantor cabang Jakarta Palmerah sebesar Rp 15 miliar pada Juli hingga Agustus 2014.

"Namun pada September 2014, ketika PT BTS hendak mencairkannya, penempatan dana deposito dimaksud hilang dan tidak dapat dicairkan oleh PT BTS hingga saat ini," ujar Rudhi.

Baca juga: Ini Cara Memilih Tanggal dan Tempat Pencairan BPUM UMKM di E-Form BRI

Adapun Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No. 50/PID.SUS/2015/PN/JKT.SEL tanggal 1 April 2015 menyatakan, karyawan Bank BRI kantor cabang Jakarta Palmerah dengan menggunakan jabatannya telah melakukan pelanggaran dan kelalaian yang mengakibatkan penempatan dana deposito PT BTS hilang dan tidak dapat dicairkan.

"Pelanggaran dan kelalaian dari karyawan Bank BRI Kantor Cabang Jakarta Palmerah tersebut memasukkan nomor handphone yang bukan milik PT BTS pada Formulir Pembukaan Deposito, membuka rekening giro atas nama BTS meskipun PT BTS tidak pernah mengajukan permohonan rekening giro, dan fatalnya menyerahkan Asli Bilyet Deposito dan Asli Rekening Giro beserta Asli Buku Cek-nya kepada pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan apapun dengan PT BTS," jela Rudhi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.